Malam ini, langit begitu lengang dibalut mega
Sedang rembulan memilih bisu tak berkata
Para duka nestapa di ujung rela
Menyepi bersama rindu yang tak sempat bersuara
Angin sendu sungguh lirih berlagu
Desirnya mengusik sunyi di relung kalbu
Ia datang diam-diam tanpa memberi salam
Serupa bayang yang bisu dibungkam malam
Dari banyak jenis ragu yang patut dipelihara
Mimpiku adalah ragu-ragu paling sengaja
Meski seribu gelap luka tak membuatku buta warna
Namun nyala cinta tetap menolak percaya akan terang logika
Lagi-lagi langit cemberut kecewa
Kala bintang-bintang tak lagi sudi menyapa
Sukma pun turut lara dalam gulita
Meski telah kutata ulang pelita di dada
Kini, aku adalah sandera dalam ruang tak bernama
Hanya aku, dan riuh hujan air mata
Di lain sisi, sajak-sajak mulai kurangkai penuh makna
Saat pilu meminta abadi dalam aksara
_____________________________________________
Sulfiani, mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) angkatan 2024. Sulfiani, mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) angkatan 2024. Perempuan kelahiran 2006 itu memiliki hobi menulis, memasak dan menggambar. Selain itu, ia juga memiliki ketertarikan di bidang desain grafis. Kalian bisa mengenalnya lebih jauh melalui Instagramnya @itsmesulfii_06 dan Facebook Ukhuwahfillah untuk menjelajahi hutan aksara dan imajinasinya.