Puisi

AKU SANDERA DALAM AKSARA

Malam ini, langit begitu lengang dibalut mega
Sedang rembulan memilih bisu tak berkata
Para duka nestapa di ujung rela
Menyepi bersama rindu yang tak sempat bersuara

Angin sendu sungguh lirih berlagu
Desirnya mengusik sunyi di relung kalbu
Ia datang diam-diam tanpa memberi salam
Serupa bayang yang bisu dibungkam malam

Dari banyak jenis ragu yang patut dipelihara
Mimpiku adalah ragu-ragu paling sengaja
Meski seribu gelap luka tak membuatku buta warna
Namun nyala cinta tetap menolak percaya akan terang logika

Lagi-lagi langit cemberut kecewa
Kala bintang-bintang tak lagi sudi menyapa
Sukma pun turut lara dalam gulita
Meski telah kutata ulang pelita di dada

Kini, aku adalah sandera dalam ruang tak bernama
Hanya aku, dan riuh hujan air mata
Di lain sisi, sajak-sajak mulai kurangkai penuh makna
Saat pilu meminta abadi dalam aksara

_____________________________________________

Sulfiani, mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) angkatan 2024. Sulfiani, mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) angkatan 2024. Perempuan kelahiran 2006 itu memiliki hobi menulis, memasak dan menggambar. Selain itu, ia juga memiliki ketertarikan di bidang desain grafis. Kalian bisa mengenalnya lebih jauh melalui Instagramnya @itsmesulfii_06 dan Facebook Ukhuwahfillah untuk menjelajahi hutan aksara dan imajinasinya.

Related posts

PUISI SITI SAKIRA

Editor - Mutiara
January 4, 2025

PUISI-PUISI AULIAH WILDANI ANWAR: SEPOTONG SENJA DIBAGI DUA

LPM Estetika FBS UNM
September 30, 2017

PUISI-PUISI FITRI SYAMARKANDI

LPM Estetika FBS UNM
September 24, 2017
Exit mobile version