Category: Ruang Pena

Puisi

AKU SANDERA DALAM AKSARA 

Malam ini, langit begitu lengang dibalut megaSedang rembulan memilih bisu tak berkataPara duka nestapa di ujung relaMenyepi bersama rindu yang tak sempat bersuara Angin sendu sungguh lirih berlaguDesirnya mengusik sunyi di relung kalbuIa datang diam-diam tanpa memberi salamSerupa bayang yang bisu dibungkam malam Dari banyak…

Cerpen

SURAT LUSUH DARI BAPAK 

Ari, anak pertama dari dua bersaudara, tinggal bersama kedua orang tuanya di rumah sederhana yang berdiri bersahaja di pinggir desa. Tak berpagar mewah, hanya berpagar bambu. Tak berlantai marmer yang berkilau, hanya pekarangan tanah merah dengan beberapa pot bunga buatan ibunya.  Terlahir dari keluarga sederhana,…

Puisi

PUISI LIZA FIKRI 

PUKULAN AMBIGU Bukan lemparan batuBukan sayatan pisauBukan tamparan piluTapi sebuah pukulan ambigu Sentuhan asing yang terasa akrabMembelah dua kubu yang tak pernah terpikirSeperti melihat pahatan kayu yang saling bertemuNamun, tak tau apa maksud dari pola-pola itu Rintihan yang tak bersuaraPerasaan yang menuntunAda tamparan yang tak…

Puisi

PUISI DIMAS TEGAR RUZIKA REUBUN 

Menebak Bintang Bintang yang meredup itu malu untuk keluar di malam hari Mungkinkah dirinya sudah tidak sempurna?Mungkinkah dia tidak menyadari jika langit Mendambakan dirinya?Ataukah ada rahasia yang dia sembunyikan? Malam demi malam dia bersembunyi dibalik terangnya sinar bulan, mencoba untuk mencari perlindungan dari perasaan yang…

Puisi

PUISI SULFIANI 

KENANG PALING SEJARAH Wajah-wajah berupa kamu terbayangRiak-riak perihal janjimu kala itu—terngiangHingga waktu tiba di persimpangan sunyiTetap kamu yang meliputi. Aku hendak berbisik kepada risauYang tiba-tiba datang memenuhi dadakuBilakah habis cerita tentangmuAgar rindu tak lagi bertamu? Aku ingin menyulam kisah baruBersama sosok yang bukan lagi kamuBarangkali…

Puisi

PUISI FITRA NOVILANI 

MENGUKIR CITA DENGAN PENA Pena di tangan, hati penuh harapanSetiap goresan adalah langkah awalMenyulam mimpi dalam tiap goresanMengukir cita, menjulang tinggi ke langit yang kelam Di meja sederhana, cahaya tak menyilaukanNamun semangat membara menerangi langkahSetiap huruf yang terbentuk, setiap kalimat yang tercipta Menjadi penuntun, membawa kita…