Category: Ruang Pena

Tips

5 TEMPAT PALING MENARIK MENANTI WAKTU BERBUKA DI MAKASSAR 

Makassar, Estetika – Beragam aktivitas dilakukan saat menantikan waktu berbuka puasa. Selain memperbanyak ibadah dan kegiatan positif lainnya, ngabuburit dalam menantikan waktu berbuka juga bisa menjadi pilihan Sabahat. Sebuah kegiatan yang sengaja menghabiskan atau mengisi waktu luang dengan aktivitas-aktivitas menyenangkan, agar dapat sejenak melupakan rasa lapar dan dehaga sembari…

Tips

DE JAZZ COFFE, CAFÉ ELEGAN DENGAN HARGA TERJANGKAU 

[dropcap bgcolor=”#dd3333″ txtcolor=”#f2f2f2″ style=”dropcap2″]B[/dropcap]agi kaum urban, nyaris setiap hari dihadapkan pada peliknya kehidupan perkotaan. Kebisingan, macet dimana-mana, tuntutan pekerjaan, deadline, skripsi (bagi yang masih kuliah), jadwal padat, tugas yang tiada habisnya dan banyak lagi soal lain yang berkelindan memicu kepenatan. Di tengah seabrek persoalan yang…

Cerpen

WARISAN PARAKANG 

Seorang lelaki renta berdiri menatapku. Sorot matanya seakan ingin menelan habis diriku malam itu. Baju hitam yang melekat di badannya tertiup angin malam, seakan menambah kesan menakutkan pada dirinya. Bulan purnama benar-benar bulat bercahaya tepat di atas kepala. Mungkin ini sebuah kebetulan atau tidak, udara…

Cerpen

KORIDOR 

Pagi ini matahari sangat cerah ditemani dengan secangkir kopi dan sepotong roti di koridor kampus telah melengkapi kenikmatan untuk pagi ini, sebelum memulai perkuliahan pada hari ini. Terima kasih untuk kawanku Roy yang rela berbagi roti denganku dan juga terima kasih kepada ibu kantin yang…

Puisi

Integrasi Cinta Sementara 

Entah apa maksud semesta entah apa rencana mendung kita dipertemukan dihari Rabu semuannya cepat berlalu namun menolak untuk melupa Sosokmu pernah mengundang desak kagum sewaktu kau dan aku terpaut di masa putih abu-abu terintegrasi oleh wacana perasaan Tiap pertemuan menimbulkan bayang-bayang menawan pendanganmu membuahkan debaran…

Puisi

Perihal Pulang 

Yang sempurna hanya purnama, Kita hanyalah sepasang yang mencoba bahagia di bawah sinarnya Menghitung jemari yang seakan tak mencapai hingga Sebab kau selalu senang menghitung 1 ke 10 lalu kembali ke 1 (lagi)   Aku benci kepulangan yang layaknya ombak yang setia pada tepi, sebab…