Entah apa maksud semesta
entah apa rencana mendung
kita dipertemukan dihari Rabu
semuannya cepat berlalu
namun menolak untuk melupa
Sosokmu pernah mengundang desak kagum
sewaktu kau dan aku terpaut
di masa putih abu-abu
terintegrasi oleh wacana perasaan
Tiap pertemuan menimbulkan bayang-bayang menawan
pendanganmu membuahkan debaran dihatiku
cinta memang mampu melebih-lebihkan kondisi
remaja manja jatuh cinta
diracuni oleh manisnya kata-kata
dan beginilah adanya
ceria cinta hanya di lembaran awal
Makassar
Biodata penulis: Andi Muhridha merupakan mahasiswa aktif Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2013.