Makassar, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) ACCESS Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menyoroti biaya Perguruan Tinggi (PT) dalam Access Contemporary Discussion (Accession) via Google Meet, Jumat (24/5).

Accession yang menjadi ruang mahasiswa untuk berdiskusi ini, mengangkat tema “Biaya Perguruan Tinggi yang Meroket: Apa yang Sebenarnya Terjadi?” dengan menghadirkan Muh Fakhrul Armas Demisioner Ketua Umum Acces periode 2020-2021 selaku pemantik. 

Suasana saat berlangsungnya Accession via Google Meet, Jumat (24/05). Foto: Tangkapan layar/Estetikapers.

Pemantik, Muh Fakhrul Armas, mengatakan bahwa kebutuhan tersier bukanlah sebuah pilihan tetapi tahapan pendidikan.

“Perguruan tinggi itu wajib ditempuh, sehingga kita bisa melewati semua sistem tahapan yang ada dalam pendidikan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa lonjakan UKT di tiap universitas karena tidak adanya dukungan dan perhatian serius pemerintah terhadap pendidikan dan PT. 

“Anggaran yang tidak memadai menjadi salah satu alasan suatu universitas ingin menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Berbadan Hukum (BH),” ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris Divisi Pendidikan dan Kebudayaan HMPS ACCESS, Wanda, menuturkan bahwa problematika Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang sedang ramai diperbincangkan merupakan hal penting untuk dibahas dalam diskusi. 

“Karena kami rasa ini adalah hal yang penting untuk kita tahu,” tuturnya.

Wanda menyebut bahwa tema tersebut diangkat karena berhubungan dengan pendidikan kedepannya.

“Karena terkait dengan bagaimana pendidikan ke depannya,” tambahnya

Salah seorang peserta diskusi, Fajrianti Halik, berpendapat bahwa kebijakan negara berkolerasi dengan kehidupan suatu bangsa.

“Pendidikan tidak serta merta langsung tinggi, itu juga bagian dari pandangan hidup kita,” katanya.

Reporter: Nur Azkiah Hady Putri (Magang)