Gunungsari, Estetika – Himpunan mahasiswa program studi (HMPS) Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar seminar nasional pada kegiatan kompetensi dan debat nasional Ikatan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Seluruh Indonesia (Imapesi) di Ballroom Phinisi Lt.2, Jumat (15/11).

Seminar nasional yang mengusung tema “Tantangan dalam mewujudkan pendidikan berkualitas di era revolusi industri 4.0” ini menghadirkan Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah IX Sulawesi, pengamat politik kebangsaan, Dosen FIS UNM, dan konsultan/fasilitator bisnis Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Adapun keynote speaker kegiatan ini menghadirkan Wakil Dekan Bidang Akademik (WD I) FE UNM sebagai pemateri.
Salah seorang pemateri, Jasruddin, menerangkan bahwa fenomena perbedaan sudut pandang itu benar.
“Satu fenomena bisa dilihat berbeda oleh setiap orang bisa mengekspresikan yang berbeda dan itu sah sah saja tidak usah dipermasalahkan, yang penting anda yakin pada diri anda bahwa anda telah melihatnya dari sudut pandang yang benar,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan tantangan kita pada era revolusi itu dimana kita tidak bisa jauh dari teknologi.
“Tantangan kita pada era revolusi merupakan mindset, pola pikir, buta huruf model pandu, teknologi bahasa kewirausahaan dan karakter. Apabila seorang guru kalau mengajar tidak menggunakan teknologi maka guru tersebut buta huruf karena begitu pentingnya teknologi hari ini apa boleh buat, Kita hidup di era teknologi. Kita tidak mungkin bisa lari dari teknologi semakin anda iri dari teknologi anda semakin terinjak-injak oleh teknologi. Cahaya yang paling tepat dan baik hari ini harus kuasai teknologi, bersahabat dengan teknologi dan jangan mau di permainkan oleh teknologi,” jelasnya.
Terakhir, ia juga menegaskan bahwa setiap usaha pasti ada hambatan.
“Setiap usaha perubahan pasti ada hambatan ada eksitensi, tidak ada rangka perubahan tanpa tantangan. Dan demikian kita berharap bahwa tekanan, visi, perencanaan dibagi dengan tantangan itu pasti lebih besar. Yang paling penting di era kedepan adalah kompleks problem shorty orang yang hebat kini dan kedepan adalah orang yang punya kemampuan untuk memecahkan masalah yang asing dan perlu kita ketahui solusinya didalam dunia nyata,” tegasnya.
Reporter: Nurul jihad hamka & Fitriani