Makassar, Estetika – Sistem Informasi Akademik (SIA) Universitas Negeri Makassar (UNM) meluncurkan aplikasi penginputan nilai “Si-Nilai”, Jumat (9/5).
Si-Nilai merupakan aplikasi yang digunakan oleh dosen dalam melakukan penginputan nilai berbasis digital, sekaligus menjadi media verifikasi hasil studi bagi mahasiswa.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) UNM, Muhammad Agung, menyebutkan bahwa Sistem Informasi Akademik (SIA) tetap berfungsi untuk pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) dan pemilihan mata kuliah, sedangkan aplikasi Si-Nilai diperuntukkan khusus sebagai sarana pengecekan nilai bagi mahasiswa.
“SIA digunakan untuk pengisian KRS dan mata kuliah, sedangkan Si-Nilai untuk input nilai,” sebutnya.
Lebih lanjut, Agung, menyebutkan bahwa akses SIA membutuhkan jaringan kampus demi keamanan dan mendorong interaksi mahasiswa dengan dosen Pendamping Akademik (PA) di kampus.
“Akses ke SIA harus menggunakan jaringan kampus untuk keamanan dan mendorong mahasiswa datang ke kampus dan bertemu dosen PA,” tambahnya.
Di sisi lain, Wakil Dekan Bidang Akademik (WD I) FBS UNM, Iskandar, mengatakan bahwa kekurangan sistem saat ini terletak pada proses penginputan nilai yang harus dilakukan satu per satu untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
“Sistem baru ini memakan waktu lebih lama karena setiap nilai diproses satu persatu demi keamanan,” katanya.
Selanjutnya, dia mengatakan bahwa sistem ini hanya dapat diakses melalui jaringan kampus guna mencegah praktik jual beli nilai oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Pembelian nilai adalah masalah serius yang dapat berakibat pada sanksi akademik,” katanya.
Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa perubahan sistem dilakukan untuk meningkatkan keamanan nilai, serta memperbarui mekanisme lama yang tidak selaras dengan kemajuan teknologi.
“Selain alasan keamanan, SIA yang lama sistemnya sudah terlalu tua dan tidak kompatibel dengan perkembangan teknologi,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Nur Aqilah Rosiana Bahtia, mengatakan bahwa penggunaan Si-Nilai sejauh ini cukup aman dan nyaman untuk diakses oleh mahasiswa.
“Lebih aman juga tampilannya,” katanya.
Dia juga menilai tampilan Si-Nilai lebih menarik dan mudah digunakan dibandingkan SIA.
“Menurutku dari segi tampilan, lebih bagus Si-Nilai daripada SIA,” ujarnya.
Berbeda dengan Aqilah, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Royhan Jamil Al Arqomi, mengatakan bahwa akses Wi-Fi di Gedung Pusat Bahasa Arab tidak tersedia.
“Saya kuliah di Gedung Pusat Bahasa Arab, jadi saya harus ke Pinisi untuk mengecek nilai,” katanya.
Royhan menuturkan bahwa seharusnya ada inovasi lain dalam menghadapi serangan siber tanpa perlu menutup diri dari kemajuan teknologi.
“Harusnya ada Inovasi lain, bukan kita menutup diri dari teknologi,” tuturnya.
Reporter: Athifah Putri Ramadhani (Magang) & Ahmad Arsal Siddiq