Makassar, Estetika – Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Sinema Sastra Festival Short Film di Auditorium Ciputra School Of Business Makassar, Kamis (29/5).

Festival ini menampilkan pemutaran tiga film, yaitu “Lawang” yang bercerita tentang pasangan suami istri yang sudah tidak berkomunikasi dan menghadapi masalah perselingkuhan, “Kurung” yang diadaptasi dari novel Calabai bercerita tentang pergulatan batin seseorang yang merasa dirinya perempuan, meski terlahir dengan tubuh laki-laki, dan “Asera” yang diadaptasi dari naskah teater dengan gambaran siklus hidup dan kematian yang diatur oleh batas jumlah, yaitu sembilan orang.

Film “Lawang” dan “Kurung” merupakan hasil karya dari Mahasiswa PBSD, sedangkan “Asera” karya dari Alelino Production.

Suasana saat berlangsungnya Sinema Sastra Festival Short Film di Auditorium Ciputra school of business, Kamis (29/05). Foto: Salza Mariska/Estetikapers

Sutradara Film Kurung, Veri Zalman Ewa, menjelaskan bahwa tema yang diangkat lahir dari keresahan sosial mengenai perbedaan persepsi masyarakat terhadap ekspresi gender.

“Pandangan masyarakat yang menjadi pembeda terhadap Calabai,” jelasnya.

Selain itu, dia menyampaikan bahwa pemain mempunyai cara unik untuk mendalami karakter.

“Saat adegan menangis, diputarkan lagu tentang ibu,” ujarnya.

Sementara itu, Pemain dari Film Kurung, Aslam Syam, menuturkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi yakni pendalaman karakter Calabai.

“Susah mendalami karakternya karena ini juga pertama kalinya saya terlibat dalam produksi film,” tuturnya.

Diketahui, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi proyek mata kuliah Sinema Sastra dan proyek praktisi di luar kampus yakni Alelino Production yang telah digarap selama satu semester.

Reporter: Salza Mariska & Nur Sauva Cahyani Saleh