Makassar, Estetika — Gerbang utama Kampus II Universitas Negeri Makassar (UNM) Parangtambung tampak dipasangi sebuah spanduk bertuliskan “Mahasiswa Teknik UNM Mendukung Rektor UNM dalam Berbuat Pelecehan Seksual”, Senin (1/12).
Belum diketahui siapa pelaku di balik spanduk tersebut yang mencatut nama mahasiswa Teknik UNM dan memuat klaim dukungan terhadap dugaan tindakan pelecehan seksual yang melibatkan Rektor UNM yang saat ini dinonaktifkan sementara.
Dari keterangan salah seorang petugas keamanan, Doni (nama samaran), mengatakan bahwa spanduk tersebut langsung dibongkar tidak lama setelah terpasang. Hingga kini, identitas pihak yang memasangnya belum diketahui.
“Sejak terpasang, spanduk itu cepat dilepas, dan oknum yang memasangnya belum diketahui identitasnya,” katanya.
Reporter LPM Estetika mencoba menggali informasi lebih jauh terkait pelaku pemasangan, namun Doni (nama samaran) enggan memberikan komentar tambahan.
Menanggapi hal itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (WD 3) Fakultas Teknik, Mustari, mengatakan bahwa pihak fakultas maupun Lembaga Kemahasiswaan (LK) tidak mengetahui adanya spanduk tersebut, dan motif kemunculannya pun belum dapat dipastikan.
Dia menambahkan bahwa penelusuran telah dilakukan, namun pemasang spanduk sulit diidentifikasi.
“Kami melakukan penelusuran, tetapi orang yang memasang spanduk itu menutup wajahnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa persoalan tersebut telah disampaikan kepada pembina LK dan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik (FT) agar tidak terprovokasi oleh kejadian itu.
“Jangan terprovokasi, bisa jadi kita hanya sedang diadu domba,” tuturnya.
Di sisi lain, Presiden BEM FT UNM, Abdul Muqsith, menegaskan bahwa sejak kasus pelecehan mencuat, pihaknya telah merespons cepat dengan mengeluarkan pernyataan sikap resmi. Karena itu, tudingan dalam spanduk tersebut dianggap keliru.
“Kami sama sekali tidak memberikan pembenaran. Karena itu, tudingan yang dimuat dalam spanduk tersebut sangat disayangkan,” ujarnya.
Muqsith menambahkan bahwa pihaknya masih menelusuri oknum yang bertanggung jawab atas kemunculan spanduk tersebut.
“Terhadap spanduk tersebut, kami saat ini masih menganalisis dan menelusuri penyebab kemunculannya,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa pihak yang disebut membela kekerasan seksual tidak mewakili Fakultas Teknik, melainkan merupakan tindakan oknum semata.
“Pihak yang disebut membela kekerasan seksual bukan representasi Fakultas Teknik, melainkan tindakan oknum,” tegasnya.
Reporter: Riska & Fahira Raihani Ananda S