Makassar, Estetika – Bengkel Sastra (Bestra) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar perayaan Milad ke-23 di Benteng Somba Opu, tepatnya di Rumah Adat Selayar, Sabtu (29/9).
Memasuki usia ke-23, Milad Bestra tahun ini mengangkat tema “Bernada dalam Nadi” yang bermakna Bestra selalu berupaya menghadirkan kedamaian di hati dengan nada.
Dua puluh tiga tahun bukanlah merupakan waktu yang singkat untuk sebuah lembaga yang berkecimpun di dunia kesenian. Berdiri sejak 30 September 1995 silam, Bestra telah melewati tahun demi tahun dengan berbagai karya dan prestasi-prestasi yang membanggakan. Salah satu yang masih membekas di ingatan adalah ketika Bestra FBS UNM menjadi tuan rumah Festival Teater Mahasiswa Indonesia ke-XIII (23/11/2017).
Awalnya, perayaan ulang tahun Bestra bakal dilangsungkan di Kampus Ungu FBS UNM. Namun, karena kondisi kampus yang tidak kondusif pasca bentrokan mahasiswa beberapa waktu lalu, akhirnya perayaan dipindahkan ke Benteng Somba Opu, Rumah Adat Selayar.
Perayaan dimulai sekitar pukul 20.40 Wita.
Dengan mengusung konsep outdoor, Bestra berusaha menguatkan silaturahmi para anggota dan tamu-tamu undangan. Selain dihadiri oleh para tetua Bestra, demisioner, pengurus dan anggota barunya, selebrasi hari jadi ini juga dihadiri oleh segenap fungsionaris LK FBS UNM.

Muh Mursyid Rahman, Kepala Suku Bestra, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Milad kali ini bukan hanya sekadar perayaan saja, melainkan juga untuk menjalin silaturahmi para anggota Ta’aruf Alam (TA) Bestra.
“Ini juga sekaligus ajang reuni dan merayakan rindu anggota-anggota Bestra. Kegiatan ini juga dilaksanakan agar silaturahmi selalu terjaga,” ungkap laki-laki yang biasa disapa Andro itu.
Pemotongan kue ulang tahun dan tumpeng bersama menjadi akhir dari perayaan ulang tahun Bestra.
Reporter: Rini Amriani & Rerifa Abdu Rahman