Makassar, EstetikaBadan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi dengan grand isu “UNM Darurat Transparansi” di depan Menara Pinisi UNM, Senin (24/7).

Aksi ini dilatarbelakangi oleh tuntutan mahasiswa akan transparansi Uang Kuliah Tunggal (UKT), Biaya Kuliah Tunggal (BKT), penetapan dan peninjauan ulang UKT, serta pelibatan Lembaga Kemahasiwaan (LK) dalam verifikasi berkas peninjauan UKT.

Adapun massa aksi yang bergabung berasal dari lima fakultas, yakni mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Seni dan Desain (FSD).

Suasana berlangsungnya aksi di depan Menara Pinisi UNM, Jumat (21/7). Foto: Ainun Adibah/Estetikapers.

Presiden BEM UNM, Guntur Gagairate Anwar, mengatakan bahwa jumlah UKT yang dibayarkan oleh mahasiswa tidak sesuai dengan fasilitas kampus.

“Mahasiswa yang membayar seharusnya diberikan fasilitas dan pendidikan bermutu,” katanya.

Lebih lanjut, Guntur menuturkan bahwa ia akan mengomunikasikan dengan birokrasi agar menyediakan ruang diskusi baik secara tertutup atau terbuka.

“Kami akan terus berkomunikasi dengan pimpinan untuk memfasilitasi ruang diskusi,” tuturnya.

Di sisi lain, salah seorang massa aksi, Arif, menjelaskan bahwa ia pernah melakukan dialog di fakultas terkait pengajuan biaya yang harus ditanggung mahasiswa.

Arif menambahkan bahwa rincian dana yang ditanggung mahasiswa tidak diberikan secara jelas melainkan hanya total keseluruhan saja.

“Dari pihak lab ketika mengajukan pengajuan dana ke fakultas, kami tidak mendapatkan rincian yang jelas hanya total keseluruhan saja,” tuturnya.

Reporter: Ainun Adibah dan Edward Tobi