Makassar, Estetika – Kebakaran di Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), Minggu (19/11) lalu menimbulkan dampak yang berarti pada proses perkuliahan yang berlangsung di Ruang Micro Teaching, Gedung DC, Senin (20/11).
Akibat aliran listrik yang padam, ruangan tersebut menjadi gelap gulita dan beberapa peralatan elektronik seperti Air Conditioning (AC) dan proyektor tidak dapat berfungsi sebagaimana semestinya.
Mahasiswi Pendidikan Bahasa Jerman, Zamsinar mengungkapkan bahwa pemadaman listrik di ruang kelas sangat mengganggu proses pembelajaran.
“Menurut saya, ini sangat mengganggu, kami tidak dapat berdiskusi karena kita tidak bisa menggunakan proyektor dan ruangan sangat panas karena ACnya tidak menyala,” ungkap mahasiswi semester tiga ini.
Senada dengan Zamsinar, mahasiswi Pendidikan Bahasa Jerman, Nurul Haqiqah, juga menuturkan bahwa proses pembelajaran tidak berlangsung efektif.
“Tentu saja ini sangat mengganggu keefektifan belajar, ruangan sangat tidak nyaman karena gelap dan pengap dan semoga listriknya cepat diperbaiki dan keamannya ditingkatkan agar tidak kebakaran lagi,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Pembantu Dekan Bidang Sarana dan Prasarana (PD II), Syukur Saud mengatakan bahwa listrik padam karena dampak dari kebakaran yang terjadi.
“Jelas. Listrik padam karena dampak dari kebakaran kemarin karena memang kemarin panelnya terbakar, sehingga mungkin ada beberapa kabel yang terputus. ada yang listriknya bisa menyala, ada yang tidak tapi sementara kita benahi,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihak kampus akan melakukan konsultasi lebih lanjut dengan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait permasalahan ini.
“Kita akan konsultasi dengan pihak PLN. Jadi, kalau kita sudah tau apa yang mereka butuhkan, kita akan siapkan kemudian dia tinggal pasang. Jadi kita memang harus mengeluarkan biaya lagi,” tutupnya.
Reporter : Ihsan dan Kamelia