Category: Puisi

Puisi

PUISI-PUISI ADIM NUR MAJID 

IBU Wanita yang pernah meniduriku Sosok bidadari yang menyusuiku Aku tidak tahu harus berkata apa padamu Dengarlah wahai ibu Dulu aku sangat ingin mencumbuimu Hingga tak akan pernah melepaskanmu Pernah aku bertanya padamu Apa itu mencintai? Mencitai itu kau takkan melepaskan seseorang hingga kau berlumuran…

Puisi

PUISI-PUISI JAKA SUKMA 

Nyaman Dibalut Perbedaan (Tuhan Kita Satu, Kita Yang Beda) Mengungkapan rasa nyaman sulit dengan sebuah kalimat Cintaku mengalir seputih susu Rindu ini terus berontak ingin ketemu dengan mu Aku ingin terus bersama dengan diri mu, meskipun kita berbeda Jumat ibadahku kepada sang kuasa Minggu hari…

Puisi

PUISI-PUISI NURFADILAH AMAL 

Hati Hati Siklus mimpi menjawab tanya dan doa Aku mengerti perpindahan yang kau perlihatkan dengan sengaja Tanpa niat menengok, lalu menggoda sisi tua sebuah hati serta sebilah takdir perbincangan hati Kau mengupas lalu menyimpan lumuran darah melingkari amis kemudian dengan lugu aku menerimanya tanpa sempat…

Puisi

PUISI-PUISI ROSTAN YUNIARDI 

Maka Kita Berjodoh Aku mencintai sesaat setelah Hawa diberikan kepada Adam Kutitipkan itu pada leluhur manusia jauh sebelum kita dilahirkan takdir Kau bisa periksa rahim ibumu, disana Tuhan telah mencangkok namaku di sela tulang rusukmu Juga pandang garis tanganmu, wajah diriku ikut campur menjadi Wujud…

Puisi

PUISI MUHAMMAD LUTFI 

Topeng Rakus di Sekolah Kita lihat anak-anak kecil duduk di atas meja guru melempar sepatu ke udara dan menyebarkan harum kaos kaki aromanya membusuk, sumpek seluruh ruangan   Mereka menari-nari, Berjoged ria dengan mengusap tinta Di sekujur tangan, kaki, dan raut wajahnya yang polos Raut…

Puisi

PUISI-PUISI FITRI SYAMARKANDI 

Kala September Aroma tanah basah sehabis hujan memandikan jiwa-jiwa murka kulit yang menua atau keriput tanda kebahagiaan manusia telah lama bermain-main   Pelupuk mata yang mulai memerah berharap rahim Ibu akan membungkus segala keresahan pekat dan kelam akan masa lalu tulang-tulang patah berserakan di lantai…

Puisi

Integrasi Cinta Sementara 

Entah apa maksud semesta entah apa rencana mendung kita dipertemukan dihari Rabu semuannya cepat berlalu namun menolak untuk melupa Sosokmu pernah mengundang desak kagum sewaktu kau dan aku terpaut di masa putih abu-abu terintegrasi oleh wacana perasaan Tiap pertemuan menimbulkan bayang-bayang menawan pendanganmu membuahkan debaran…

Puisi

Perihal Pulang 

Yang sempurna hanya purnama, Kita hanyalah sepasang yang mencoba bahagia di bawah sinarnya Menghitung jemari yang seakan tak mencapai hingga Sebab kau selalu senang menghitung 1 ke 10 lalu kembali ke 1 (lagi)   Aku benci kepulangan yang layaknya ombak yang setia pada tepi, sebab…