Makassar, Estetika – Sebanyak 32 Kader Baru Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Search And Rescue (SAR) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Angkatan XXIII di Kampus Gunung Sari, Minggu hingga Minggu (1/9-1/12).

Kader Diklatsar XXIII yang telah lulus melewati tes fisik dan wawancara akan mengikuti sesi indoor selama tiga minggu setiap akhir pekan.

Adapun materi dalam sesi indoor mencakup tiga bidang utama, pertama: vertical rescue yang akan membahas terkait manajemen tandu, lifting lowring, ascending, descending; kedua yakni matra air berupa pelatihan driver perahu karet, water rescue serta bimbingan selam dasar; dan terakhir matra darat seperti navigasi darat, survival, dan mountaineering.

Ketua Panitia Diklatsar UKM SAR UNM, Aan Rizki Fahmi, menjelaskan bahwa pelatihan ini menghadirkan pemateri yang pakar di bidangnya dan dilengkapi dengan alat penyelamatan untuk mendukung kegiatan saat di lapangan.

“Kami mengundang langsung Basarnas, serta pemateri yang memang ahli, dan akan diterapkan langsung di tebing,  laut, dan hutan,” jelasnya.

Di sisi lain, salah seorang peserta, Muh. Said Saputra, mengatakan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada teknik penyelamatan, tetapi juga memberikan bekal keterampilan bertahan hidup, memperkuat fisik, dan menumbuhkan rasa kemanusiaan.

“Kegiatan ini memberikan lebih dari sekadar pelatihan penyelamatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum UKM SAR UNM, Araspati Putra Perwira Utama, menuturkan bahwa Diklatsar diadakan untuk meningkatkan kapasitas anggota, agar ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam melaksanakan tugas lembaga.

“Harus tertanam rasa cinta terhadap lembaga, serta menjadi kader yang responsif terhadap tugas kemanusiaan,” tuturnya.

Reporter: Reski Fajria Rasding