Makassar, Estetika – Bengkel Sastra (Bestra) Dewan Mahasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) menggelar Ta’aruf Alam XXIV di Talas Farmstay, Tompobulu Maros, Jumat hingga Minggu (23-25/5).
Ta’aruf Alam merupakan salah satu gerbang awal bagi para calon anggota untuk mengenal lebih dalam tentang Bengkel Sastra melalui beberapa kegiatan, mulai dari tahap sosialisasi, pembukaan posko pendaftaran, hingga tahap indoor dan outdoor.
Proses perekrutan anggota baru Bestra kali ini mengusung tema “Songkabala,” sebuah tradisi tolak bala dari masyarakat Sulawesi Selatan, yang berarti memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Ketua Panitia Ta’aruf Alam XXIV, Susi Febriani, mengatakan bahwa pemilihan tema Songkabala dimaksudkan sebagai simbol perlawanan sekaligus kemunduran terhadap hal-hal negatif yang ada di lingkungan Bestra.
“Tema ini menjadi simbol perlawanan dari segala hal buruk yang mungkin terjadi di lingkungan Bestra,” katanya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini dibagi menjadi dua tahapan, yaitu tahapan indoor yang diisi dengan pemberian materi teori, dan tahap outdoor yang diisi dengan beberapa praktik.
“Materi dan praktik yang diberikan terdiri dari materi 4 adat, yakni adat teater, musik, tari, dan sastra,” tambahnya
Di sisi lain, Kepala Suku Bestra, Muh. Arfan, menyebut bahwa pelaksanaan Ta’aruf Alam mengalami tantangan terkait lokasi kegiatan indoor yang sempat mengalami penolakan izin dari birokrasi kampus lantaran situasi kampus yang tengah memanas.
“Sempat beberapa kali berpindah-pindah dikarenakan kampus membatasi kegiatan malam,” ujarnya.
Reporter: Cika Merlinshan