Makassar, Estetika – Lima bulan yang lalu, November 2017, dibawah terik matahari, sejumlah 220 Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) angkatan 2017 resmi dikukuhkan di Galesong, Kabupaten Takalar, setelah mengikuti rangkaian acara prainaugurasi.
Tepat pada tanggal 12 November 2017, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FBS UNM yang masih menjabat kala itu, Fatmiati Nur (sekarang sudah menjadi Demisioner), mengukuhkan mahasiswa angkatan 2017 FBS UNM secara resmi dengan memberikan baju angkatan secara simbolik.
Baca juga: LAPORAN AWAL HINGGA AKHIR OUTDOOR PRA INAU: 220 PESERTA DIKUKUHKAN
Rausyanfikr, Nama Angkatan Mahasiswa FBS UNM 2017
Sudah menjadi tradisi turun-temurun, setiap angkatan yang ada di FBS UNM pasti memiliki nama angkatan tersendiri. Begitu pula dengan mahasiswa angkatan 2017, Rausyanfikr. Secara Etimologi, Rausyanfikr berasal dari bahasa Persia yang artinya “pemikir yang tercerahkan”, istilah ini mulai dikenal sejak abad ke-19 di Iran.

Seperti yang diutarakan oleh Dwi Rezki Hardianto, Sekretaris BEM FBS UNM kala itu (Sekarang sudah menjabat sebagai Presiden BEM Universitas), kepada reporter Estetika, Kamis (9/11/17) yang lalu. Katanya, setiap nama pasti memiliki makna tersendiri.
“Maknanya itu (baca: Rausyanfikr) Kaum intelektual yang tercerahkan. Jadi secara filosofis mereka adalah kaum yang bukan hanya mencari sebuah kenyataan melalui kecerdasannya tapi mereka juga mencari sebuah kebenaran di balik setiap penindasan yang terjadi di sekelilingnya.”
Baca juga: RAUSYANFIKR JADI NAMA ANGKATAN 2017, INI PENJELASAN DAN MAKNANYA!
“Sehingga dari hal tersebut, mereka mampu untuk mencerahkan masyarakat bukan hanya kelompoknya sendiri tapi juga menyadarkan masyarakat kalangan bawah. Rausyanfikr didirikan oleh sosok revolusioner Iran yaitu Ali Syariati,” jelasnya.
Menuju Inaugurasi Rausyanfikr
Tinggal selangkah lagi, setelah melewati serangkaian proses yang cukup alot, Inaugurasi Mahasiswa FBS UNM angkatan 2017, Rausyanfikr, akan dihelat di Lapangan basket FBS UNM, Parangtambung, Makassar, Sabtu (7/4).
Sebanyak sembilan Program Studi (Prodi) yang ada di FBS akan turut meramaikan puncak malam inaugurasi dengan berbagai macam penampilan.
“Verein Im Denken Verein Im Aktion” menjadi tema Inaugurasi Rausyanfikr, diangkat dari bahasa Jerman yang artinya “Bersatu Dalam Berpikir Bersatu Dalam Bertindak”. Tentu menjadi hal pembeda antara tema inaugurasi tahun-tahun sebelumnya yang selalu menggunakan bahasa Inggris ataupun bahasa Indonesia.
Baca juga: BERBAHASA JERMAN, INAUGURASI RAUSYANFIKR USUNG TEMA “VEREIN IM DENKEN VEREIN IM AKTION”
“Saya rasa kita di FBS selalu memutar bagian untuk tiap-tiap Prodi, selalu biasanya bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan kali ini bahasa Jerman,” ungkap Muhammad Aslan Pratama, Steering Committee Inaugurasi Rausyanfikr, saat diwawancarai reporter Estetika beberapa waktu yang lalu, Senin (2/4).

Kurang dari 24 jam, Inaugurasi Rausyanfikr akan berlangsung. Saat ditemui disela-sela kesibukan persiapan inaugurasi, Jum’at (6/4), Waode Septiandry Zaputri, Kordinator Acara Inaugurasi Rausyanfikr, mengatakan bahwa acara akan dibuka pada pukul 20.00 Wita.
“Acara akan dibuka pada jam delapan malam dengan penampilan-penampilan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa persiapan acara di inaugurasi sudah mencapai angka sembilan puluh persen.
“Acara sudah sembilan puluh persen, sisa lima persen di properti dan lima persen besok (7/4),” ungkap mahasiswa berkacamata ini.
Senada dengan Waode, Ahmad Faisal, Ketua Panitia Inaugurasi Rausyanfikr, juga mengatakan bahwa persiapan menjelang hari H sudah mencapai sembilan puluh persen.
“Persiapan sudah mencapai sembilan puluh persen, tinggal dekorasi-dekorasi panggung,” tandas mahasiswa Prodi sastra Inggris ini.
Di penghujung wawancara, Ia juga menyampaikan undangan terbuka untuk seluruh masyarakat FBS UNM agar bisa menghadiri puncak malam Inaugurasi Rausyanfikr.
“Untuk teman-teman di FBS UNM diharapkan hadir di Inaugurasi Rausyanfikr besok, bisa ajak kenalan, teman dan keluarga,” tutupnya.
Reporter: TIM ESTETIKA