Makassar, Estetika — Kayla Zahra Prawoto meraih predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) pada wisuda periode Agustus 2026 di Pelataran Phinisi UNM, Kamis (20/8).Wisudawan terbaik yang berasal dari Program Studi (Prodi) Sastra Inggris (Sasing) ini memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99 dengan masa studi 3 tahun sepuluh bulan.

Selama menjadi mahasiswa, Kayla, meraih berbagai prestasi di antaranya Pada Lembaga Kompetisi Nasional (LKN) 2022, memperoleh medali perunggu tingkat provinsi dan medali emas tingkat nasional dalam bidang Bahasa Inggris. Serta mengikuti kompetisi Matematika tingkat provinsi dan meraih peringkat ke-10 tingkat nasional.

Prestasinya berlanjut di FBS UNM, pada 2024, Kayla meraih juara III Outstanding Student FBS, juara I Short Story Writing Competition Harmoni DEMA JBSI. Pada 2025, serta kembali meraih juara I Outstanding Student Program Studi Sastra Inggris, dan juara II Outstanding Student English Language Major.

Suasana saat berlangsungnya pemberian cendera mata kepada wisudawan terbaik periode Agustus 2026 di Pelataran Pinisi UNM, Kamis (20/8). Foto: Fatwa Muhaimin/Estetikapers.

Wisudawan terbaik FBS, Kayla, mengatakan bahwa, sangat bangga setelah terpilih sebagai lulusan terbaik dan menyebut pencapaian tersebut sebagai pengalaman yang berkesan.

“Tidak pernah berekspektasi menjadi lulusan terbaik, sehingga pencapaian ini sangat berarti dan menjadi pengalaman sekali seumur hidup,” katanya.

Lebih lanjut, Kayla, menyebutkan bahwa manajemen waktu penting untuk menyeimbangkan kegiatan akademik, organisasi, perlombaan, dan pekerjaan.

Time management penting karena saya juga aktif berorganisasi, mengikuti lomba, dan bekerja,” sebutnya.

Selain itu, Kayla menyebut pencapaiannya berpegang pada prinsip yang menjadi mottonya:

You feel unsure? Yeah, you can be unsure about things, but do not stop! Who knows, you might regret it later if you stop.”

Menutup wawancara, Kayla, berpesan kepada mahasiswa untuk tetap melangkah meski menghadapi keraguan.

“Ragu boleh saja, tetapi jangan berhenti, bisa saja kamu menyesalinya nanti,” ucapnya

Reporter: Fatwa Muhaimin (Magang)