Rilis, Estetika – Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) melanjutkan agenda Outing Class dalam rangkaian kegiatan Training of Trainers (ToT) 2026 pada Rabu (9/9) lalu.

Usai mengunjungi Kalla Land & Property serta PPBM-Kalla Institute di Bikin-Bikin Creative Hub, Nipah Park, rombongan melanjutkan Outing Class ke lokasi kedua, yakni Kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan, Kompleks Permata Hijau Lestari.

Kunjungan ini diisi dengan pemaparan materi sebagai bagian dari rangkaian ToT 2026 yang mengusung tema “Teliti Menyiapkan, Cermat Memfasilitasi: Membangun Fasilitator Penalaran yang Berkualitas”.

Dalam sesi pemaparan materi, Direktur Eksekutif Daerah WALHI Sulawesi Selatan, Muhammad Al Amin, menyampaikan mekanisme kerja strategis WALHI Sulawesi Selatan. Menurutnya, setiap kegiatan perlu diarahkan pada outcome yang jelas untuk mencapai tujuan organisasi.

“Setiap kegiatan harus punya output yang jelas dan mengarah pada outcome, sehingga tujuan organisasi bisa tercapai,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan fokus gerakan lembaganya. Menurutnya, WALHI tidak hanya bergerak dalam isu lingkungan, tetapi juga melakukan advokasi untuk memperjuangkan hak masyarakat.

“WALHI bergerak di bidang lingkungan hidup untuk memperbaiki hal-hal yang rusak, sekaligus melakukan advokasi demi memperjuangkan hak masyarakat dan kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang peserta ToT, Muhammad Ammar Latif, menekankan pentingnya memahami regulasi agar kegiatan yang dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan.

“Dalam merancang kegiatan, kita perlu memahami regulasi dan menyusun strategi advokasi untuk kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.

Rangkaian Outing Class ToT 2026 menjadi bagian dari proses pembekalan calon fasilitator LPM Penalaran UNM. Pengalaman yang diperoleh selama kunjungan diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta dalam menjalankan peran fasilitator secara kritis dan bertanggung jawab di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Rilis: LPM Penalaran UNM