Parangtambung, Estetika – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-73, Biro Kegiatan Mahasiswa Jurusan (BKMJ) Bengkel Sastra (Bestra) Dewan Mahasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan lomba kemerdekaan di Panggung Dg. Pamatte, Parangtambung, Jumat (17/8).
Hari Kemerdekaan RI yang jatuh pada 17 Agustus atau hari ini, merupakan hari yang membahagiakan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pasalnya, tepat tanggal ini bangsa kita meraih kemerdekaan yang sudah diperjuangkan selama berabad-abad yang lalu dan dari beberapa fase bangsa penjajah.
Dalam hal perayaannya banyak kegiatan yang biasanya dilaksanakan, seperti mengadakan perlombaan-perlombaan yang bisa menjalin silaturahmi antara sesama masyarakat Indonesia dan juga bisa membangkitkan lagi semangat berbangsa dan bernegara.

Foto: Widyawati Randa/Estetikapers.
Hari ini, sekitar pukul 13.00 Wita, Panggung Dg. Pamatte terlihat sibuk. Beberapa orang berdatangan silih berganti. Balon tiup di mana-mana, sarung batik cap terikat empat sisi, gelas-gelas plastik dengan air jernihnya serta bola pingpong orange yang tersusun rapi di permukaannya terlihat menghiasi tiap sisi panggung.
Keramaian itu, tidak lain untuk memeriahkan perayaan hari kemerdekaan yang sedari pagi sudah dilaksanakan. Mulai dari upacara bendera di area kampus FBS Parangtambung, pentas kemerdekaan, pembacaan teks Proklamasi di depan gerbang utama kampus. Dalam hal ini, Bestra mengadakan lomba yang diberi nama “Lomba Kemerdekaan”.
Riuh terdengar teriakan dan dukungan saat tanda perlombaan sudah dimulai. Bola pingpong dilemparkan dari jarak beberapa meter kemudian mendarat di atas gelas yang isinya air. Balon udara yang ditekan sampai meletus. Kain sarung batik yang dikaitkan di bagian perut empat orang peserta kemudian saling tarink menarik untuk menghabiskan sebuah kerupuk serta perlombaan kacang telur terigu yang memutihkan sebagian lantai panggung.
Dewan Senior (Demisioner), Dayat Rachman, mengatakan tujuan dari lomba-lomba yang diperadakan, seperti makan kerupuk, tarik sarung empat sisi, kacang telur terigu, meletuskan balon, dan tiup pingpong air,
sebagai inisiatif Bestra untuk mempererat tali persaudaraan antara sesama.
“Lomba ini sebagai inisiatif anggota Bestra dalam rangka mempererat tali persaudaraan internal diantara kami selaku demisioner dan anggota baru,” ujarnya.

Raut antusias dan bahagia jelas tergambar di tiap peserta yang mengikuti lomba kemerdekaan, seperti terlihat di wajah seorang Mahmuddin yang akrab disapa Mahmud. Ia mengungkapkan bahwa meskipun kegiatannya sederhana tapi tetap membahagiakan.
“Saya selaku anggota baru di Bestra merasa sangat bahagia melalui kegiatan ini, karena terasa sederhana tapi bikin bahagia,” ungkapnya.
Baca Juga: LENTERA LIBATKAN MASYARAKAT DALAM PENTAS KEMERDEKAAN: SELEBARAN DAN VIDEO TESTIMONI
Sementara itu, selain Mahmud, reporter Estetika juga sempat menanyai salah satu peserta dari kaum hawa mengenai perasaannya setelah mengikuti lomba. Satriani, peserta lomba, juga mengaku sangat senang dan melalui momen ini, ia dapat merasakan persaudaraan yang tercipta saat berlangsungnya lomba.
“Saya pribadi sangat senang dengan adanya lomba seperti ini, karena lewat kegiatan ini saya bisa merasakan betapa eratnya tali persaudaraan diantara kami,” tutup mahasiwa angkatan 2016 ini.
Reporter: Marlia Inayah & Widyawati Randa
[…] 1 day ago 3 min read […]