Parangtambung, Estetika Pentas Kemerdekaan yang digelar oleh Biro Kegiatan Mahasiswa Jurusan (BKMJ) Bahasa Inggris LenterA Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) dirangkaikan dengan pembagian selebaran kepada pengguna jalan dan pembuatan video testimoni oleh masyarakat sekitar, Jumat(17/8).

Selebaran yang berjudul “Pura-Pura Merdeka” ini dibagikan usai pembacaan puisi kemerdekaan kepada masyarakat yang melintas di depan kampus UNM Parangtambung. Selain pembagian selebaran, pembuatan video testimoni pun dilakukan.

Pembagian selebaran “Pura-Pura Merdeka” kepada masyarakat sekitar oleh LenterA Bahasa Inggris FBS UNM di depan kampus UNM Parangtambung, Jumat (17/8). Foto: Estetikapers.

Presiden Director LenterA, Sulkifli, menjelaskan bahwa selebaran yang dibagikan berisi tentang sejarah proklamasi, implementasi proklamasi serta harapan-harapan para pahlawan untuk Indonesia.

“Jadi disitu menceritakan sejarah peristiwa Rengasdengklok, bagaimana proses terjadinya proklamasi, bagaimana implementasi dari proklamasi itu, dan apa harapan-harapan para pendahulu atau para pahlawan mengenai Indonesia kedepannya,” jelasnya.

Disisi lain, Ia juga menjelaskan pembuatan video testimoni dilakukan demi mengetahui tanggapan masyarakat umum mengenai hari kemerdekaan.

“Kalau untuk video testimoni itu kita meminta tanggapan masyarakat umum mengenai bagaimana sih mereka memaknai hari kemerdekaan, apakah dengan beraktifitas seerti biasa atau ada hal-hal tertentu yang mereka lakukan,” terangnya.

Salah satu anggota LenterA yang juga terlibat dalam pementasan, Waode Septriadry Zaputri, berharap dengan adanya pembagian selebaran ini semoga masyarakat umum dapat lebih memahami makna kemerdekaan yang sesungguhnya.

“Ini berisi tentang apa itu kemerdekaan, selama ini indonesia merdeka dari apa dan untuk siapa,” katanya.

“Jadi saya harap ini memberi pemahaman kepada masyarakat mengenai bagaimana itu kemerdekaan sesungguhnya,” tutupnya.

Reporter: Andi Rachma Fatmiah Utami (AM)