Toraja, Estetika– Toraja terkenal akan adat istiadat dan budayanya yang khas dan unik. Tanah rindang serta pohon dan udara sejuk menjadi pelengkap indahnya panorama yang ada di Toraja ini. Salah satu kekayaan budaya sekaligus objek wisata yang banyak digemari oleh para wisatawan yaitu Makam Gua Batu Londa, Toraja Utara.

Kebanyakan objek wisata yang ada di Toraja berupa makam-makam dikarenakan makam di Toraja ini merupakan hal yang unik dan langka di Indonesia.

Makam Tebing, Makam Para Bangsawan

(Foto: ElviraSirenden/Estetikapers)

Londa memiliki gua batu yang panjangnya berkisar 1 km dengan tinggi sekitar 1 meter dan dinding tebing yang menjulang menjadi pelengkap keindahannya. Kompleks makam Toraja ini merupakan makam khusus bagi masyarakat asli suku Toraja yang memiliki gelar bangsawan maupun petinggi-petinggi adat. Londa banyak menyuguhkan pemandangan yang estetis sekaligus mistis.

Contohnya pada bagian luar goa terdapat beberapa peti mati atau erong dimana letak erong menandakan kedudukan atau kasta orang yang dimakamkan. Semakin tinggi peti mati atau erong, maka semakin tinggi pula kedudukannya atau kastanya dalam masyarakat Toraja.

Dua Tengkorak Romeo dan Juliet Toraja Hingga Penghargaan Bagi Jenazah

(Foto: ElviraSirenden/Estetikapers)

Selain erong, terdapat pula patung menyerupai jenasah atau yang biasa disebut tau-tau. Tau-tau ini dipahat menggunakan kayu pilihan dengan harga sesuai dengan kemiripan antara patung dengan objeknya. Namun pada zaman modern ini, sudah banyak yang menggunakan foto sebagai pengganti tau-tau namun masih banyak pula yang mempertahankan budaya tau-tau ini.

(Foto: ElviraSirenden/Estetikapers)

Sedangkan pada bagian dalam goa terdapat banyak tulang belulang yang diperkirakan berumur ratusan tahun. Ada yang menarik didalam gua ini, yaitu adanya dua tengkorak yang dikenal sebagai romeo dan juliat Toraja. Alkisah kedua sejoli ini merupakan saudara sepupu yang terikat dengan yang namanya cinta terlarang. Karena keluarga kedua belah pihak menentang hubungan mereka, mereka pun memutuskan untuk bunuh diri di sebuah pohon.

Seperti diluar gua, didalam gua juga terdapat banyak erong atau peti mati. Peti mati ini juga disusun berdasarkan silsilah dan garis keturunan keluarga. Selain itu didalam peti terdapat beberapa pakaian atau puntung rokok yang sengaja diberikan oleh sanak saudara sebagai penghargaan kepada jenazah.

Makam Gua Batu yang Jadi Tujuan Wisata

(Foto: ElviraSirenden/Estetikapers)

Bagi masyarakat Toraja, tengkorak ataupun tulang belulang tidak dapat disentuh sembarangan. Harus melalui beberapa tradisi adat Toraja apabila ingin memindahkan posisi tengkorak tersebut. Jadi sebelum masuk kedalam kawasan gua, pemandu wisata biasanya memberikan peringatan agar tetap berlaku sopan terhadap makam dan tidak menyentuh sembarangan objek karena itu merupakan suatu tindakan yang kurang etis menurut masyarakat Toraja.

Makam gua batu ini masih sangat dijaga keasriannya oleh masyarakat Toraja demi mempertahakan peninggalan nenek moyang serta sebagai lambang kekayaan budaya Toraja. Apabila ingin berkunjung, pengunjung diharuskan membeli tiket seharga Rp 15.000 per-orang dan dapat menyewa lentera seharga Rp 50.000 sebagai penerangan didalam gua serta didampingi oleh pemandu wisata.

Reporter: Elvira Sirenden