Makassar, Estetika – Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kota Makassar menggelar festival budaya Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 di Jalan Trans Sulawesi, Sabtu hingga Minggu (28/2–1/3).

Jappa Jokka Cap Go Meh merupakan tradisi tahunan di Makassar untuk merayakan hari ke-15 setelah Imlek. Istilah “Jappa Jokka” yang berarti jalan-jalan mencerminkan kebersamaan warga dalam menikmati karnaval budaya Tionghoa, seperti atraksi Tangsin dan Barongsai, yang telah rutin digelar sejak 2005.

Perayaan tahun ini tampil berbeda dengan mengusung tema “Harmony in Lights”. Konsep tersebut memadukan kolaborasi umat Islam dan Konghucu melalui agenda religi dan sosial, seperti tablig akbar, pasar murah, aksi berbagi, ngabuburit, serta buka puasa bersama.

Suasana saat berlangsungnya Jappa Jokka Cap Go Meh di Jalan Trans Sulawesi, Makassar, Sabtu (28/2). Foto: Qanitah Adna Fika. P/Estetikapers.

Person in Charge (PIC) Floor Event Jappa Jokka 2026, Vira, menjelaskan bahwa konsep ini dipilih untuk menghormati momentum Ramadan sekaligus mempererat hubungan antarbudaya.

“Konsep tahun ini lebih kepada mempererat hubungan toleransi karena Makassar bukan hanya kaya akan keberagaman makanan, tetapi juga kerukunan umatnya,” jelasnya.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang pengunjung, Evelyn, menilai kehadiran beragam budaya dalam satu rangkaian acara mencerminkan semangat persatuan yang kuat.

“Kegiatan ini sangat baik karena mencerminkan persatuan serta mempererat toleransi,” tuturnya.

Senada dengan itu, pengunjung lainnya, Rezky, mengaku antusias menyaksikan penampilan budaya yang disajikan.

“Saya baru pertama kali ke sini dan sangat tertarik untuk melihat atraksi Barongsai,” ujar perempuan usia 28 tahun tersebut.

Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan Karnaval Bhinneka Tunggal Ika serta panggung hiburan dari berbagai sponsor.

Reporter: Nurul Azizah A. dan Atika Amelia Putri (Magang)