Rilis, Estetika – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) menggelar Kuliah Umum di Ruang LT FST UIN Samata, Gowa, Jumat (22/11).

Kegiatan yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan Celebes Plano Festival (CPF) Volume III ini mengusung tema “Implementasi Geospatial Information System (GIS) bagi Mahasiswa Teknik PWK di Era Revolusi Industri 4.0” serta dihadiri oleh Wakil Dekan FST, Andi Idham selaku Ketua Jurusan Teknik PWK, Eng Ilham Alimuddin selaku pemateri, dan Despry Nur Annisa selaku moderator.
Ketua Jurusan Teknik PWK, Andi Idham, menjelaskan bahwa tahun depan mahasiswa jurusan Teknik PWK sudah harus memiliki Surat Keterangan Pendampimg Ijazah (SKPI) yang mencakup keterangan kompetensi yang dikuasai mahasiswa.
“Seperti yang dikatakan rektor, tahun depan kita harus memiliki Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang di dalamnya terdapat kompetensi teknis apa saja yang perlu dikuasai dalam keilmuan Teknik PWK. Oleh karena itu kita harus mampu menambah skill kita dalam menggunakan perangkat GIS,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Dekan III FST UIN, Muh Anshar, memaparkan pentingnya mempelajari skill GIS.
“Dalam perencanaan suatu wilayah kita tidak bisa lepas dari yang namanya data spasial. Pemerintah telah mendorong yang namanya one map one policy yang berarti kebijakan satu peta. Saya mengamati pelaksanaan kebijakan ini belum berjalan secara maksimal karena dipengaruhi oleh beberapa hal. Pertama, tenaga survey atau pemetaan kita masih kurang. Berdasarkan rilis data dari kementrian, kurang lebih baru tersedia 11.000 tenaga pemetaan, sedangkan yamg dibutuhkan yakni 40 sampai 50 ribu tenaga pemetaan. Ini merupakan peluang bagi kita untuk membekali diri kita terhadap pengetahuan-pengetahuan GIS. Kedua, SDM kita masih lemah. Oleh karena itu perlu dikuatkan keilmuannya. Semoga kegiatan inilah diharapkan mampu mengimplementasi keilmuan dan keterampilan soft skill mahasiswa, dalam hal ini kemampuan mengoperasikan GIS,” paparnya.
Salah seorang peserta, Rheigina Putri, mengungkapkan bahwa ia merasa antusias dan bersemangat dengan penyampaian dan bobot materi yang diberikan.
“Kuliah umum hari ini sangat membuka pikiran saya terkait pentingnya memiliki kemampuan mengoperasikan GIS. Ilmu yang saya dapatkan hari ini benar-benar berbeda dengan apa yang saya dapatkan dalam ruang perkuliahan. Semoga kegiatan dengan materi soft skill seperti ini bisa lebih sering diadakan,” ungkapnya.
Rilis: HMJ Teknik PWK FST UIN