Rilis, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia (SASINDO) Dewan Mahasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Sastra Hijau, Sabtu (29/8) lalu.

Kegiatan yang mengangkat tema “Dari Kata Menjadi Akar, Dari Akar Menjadi Kehidupan” bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap persoalan lingkungan serta melihat peran sastra sebagai ruang untuk menyuarakan isu lingkungan.

Ketua Umum HMPS SASINDO, Aliyah, mengatakan bahwa Sastra Hijau memadukan sastra dengan kepedulian lingkungan melalui penyadaran dan aksi nyata.

“Kami ingin mengajak mahasiswa lebih peduli terhadap persoalan lingkungan,” katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menyuarakan isu lingkungan melalui tulisan, tetapi juga terlibat dalam aksi nyata sebagai bentuk kepedulian.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin sastra menjadi ruang untuk menyuarakan isu lingkungan,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Panitia, Adnur, berharap Sastra Hijau dapat menjadi gerakan yang berkelanjutan dan menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan.

“Semoga Sastra Hijau menjadi kesadaran bersama,” ujarnya.

Rilis: HMPS SASINDO JBSI UNM