Makassar, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) ACCESS Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Access Contemporary Talk (ACCENT) yang membahas Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Ruang Seminar DG, Selasa (25/1).

Mengangkat tema “Membangun Jiwa Muda yang Kreatif dan Inovatif Bersama PKM Ristekdikti” kegiatan ini menghadirkan dua pemateri, yaitu La Sunra selaku Sekretaris Jurusan (Sekjur) Bahasa Inggris FBS UNM dan Akhmad Affandi selaku Dosen Pendidikan Bahasa Inggris FBS UNM.

Suasana saat berlangsungnya Access Contemporary Talk di Ruang Seminar DG FBS UNM, Selasa (25/1). Foto: A.Nur Ismi/Estetikapers.

Pemateri pertama, La Sunra, menjelaskan bahwa melalui intervensi mata kuliah bisa menjadi proses awal untuk membuat sebuah karya ke dalam bentuk yang nyata.

“Salah satu intervensi yang bisa kami lakukan adalah melalui mata kuliah karena dari mata kuliah bisa menjadi bentuk karya yang nyata,” jelasnya.

Di sisi lain, Akhmad Affandi, selaku pemateri kedua, memaparkan PKM terbagi dalam lima jenis, ada PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian Masyarakat (PKM-M), PKM-Teknologi (PKM-T), dan PKM-Karsa Cipta (PKM-KC).

“Terdapat lima jenis PKM, yaitu penelitian, pengabdian masyarakat, kewirausahaan, teknologi dan karsa cipta,” paparnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa hal yang mendetail dalam penyusunan proposal sangat dibutuhkan.

Akhmad juga menuturkan beberapa sistem penilaian dalam PKM, yakni proposal, melaporkan kemajuan PKM, dan melakukan presentasi.

“Sistem penilaian termasuk proposal, melaporkan kemajuan dan presentasi. Jika tidak sabaran dalam menyusun proposal kalian akan gagal dan kedetailan juga sangat diperlukan,” ungkapnya.

Reporter: Uswatun Hasanah