Makassar, Estetika – Perhimpunan Mahasiswa Sastra Inggris (Prasasti) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Webinar Nasional “Harmony In Literature Voice And Voiceless” via Zoom, Selasa (21/12).

Webinar yang mengusung tema “Membaca Kembali Paradigma dan Penelitian Sastra” ini mengundang Faruk selaku Dosen Fakultas Ilmu Budaya UGM sebagai pemateri dan dihadiri oleh 160 peserta yang merupakan mahasiswa asal Universits Negeri Makassar (UNM), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), dan Universitas Lancang Kuning (Unilak).
Pemantik Webinar Nasional, Faruk, menjelaskan materi kemungkinan paradigmatik dalam ilmu sastra.
“Paradigma adalah sebuah istilah yang berkaitan erat dengan normal science. Dengan memilihnya, saya bermaksud menyarankan bahwa beberapa contoh yang diterima dari praktik ilmiah aktual, contohnya yang mencakup hukum, teori, penerapan, dan instrumentasi secara bersama-sama menyediakan model yang darinya muncul tradisi penelitian ilmiah yang koheren,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan tentang paradigma Ilmu Sastra yang dapat membentuk normal science.
“Ada empat paradigma dalam ilmu sastra yang membentuk normal science dalam empat periode yang berbeda, yaitu mimesis zaman klasik sampai neo-klasik, pragmatik, ekspresif, dan objektif. Keempat paradigma Itu dapat dikatakan diterima secara umum dalam periode masing-masing dan membentuk model bagi penelitian sastra, dari asumsi dasarnya, pertanyaan penelitiannya, teori, metode, sampai tekniknya,” ungkapnya.
Reporter: Siti Anisya & Evi Syafitri