Makassar, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia (Sasindo) Dewan Mahasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan Diskusi Online Bumi Literasi, Senin (22/6).

Suasana saat berlangsungnya diskusi via Live Instagram, Senin (22/6). Foto: Estetikapers.

Kegiatan yang mengusung tema “Wacana Media di Tengah Pandemi” ini membahas mengenai pengaruh media terhadap pola pikir masyarakat. Diskusi yang dilangsukan via live Instagram ini menghadirkan Muh. Astratilla sebagai pemateri.

Pemateri diskusi, Muh. Astratilla, memaparkan tiga bentuk kekuasaan yang terdiri dari lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

“Ada tiga bentuk kekuasaan. Yang pertama pembentuk perundang-undangan kemudian yang kedua adalah kekuasaan eksekutif atau yang mengeksekusi undang-undang yang dibuat oleh lembaga eksekutif dan yang ketiga adalah kekuasaan yudikatif atau yang menghakimi jika ada pelanggaran terhadap eksekusi perundang-undangan,” paparnya.

Senada dengan itu, ia juga menyebutkan bahwa demokrasi memiliki pilar kekuasaan yang nantinya berfungsi sebagai pengawas kebijakan pemerintah yang menyimpang.

“Publik berharap selain ketiga kekuasaan dalam demokrasi itu perlu ada pilar kekuasaan yang keempat yaitu media, agar media itu bisa menggonggongi segala eksekusi kebijakan yang dihasilkan oleh pemerintah yang menyimpang di lapangan,” jelas pria yang juga merupakan penulis Buku Hasrat Kebenaran ini.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa media mayoritas dikendalikan oleh pelaku ekonomi maupun politik.

“kalau misalnya kita mau jujur, hampir semua media di Indonesia layar belakangnya itu dikendalikan oleh pemerintah, meskipun tidak dikendalikan 100% tetapi hampir semua pemegang sahamnya itu pelaku ekonomi atau pelaku politik,” tutupnya.

Reporter: A. Dian Islamiati