Makassar, Estetika – Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) alami sejumlah kerusakan fasilitas akibat penyerangan oleh oknum tidak dikenal (OTK), Sabtu (3/6).

Diketahui fasilitas yang mengalami kerusakan yakni, panggung Daeng Pammatte, lantai bawah gedung DH dan DG serta sebanyak 40 kaca gedung fakultas pecah.

Suasana kerusakan Sekretariat Bengkel Sastra akibat penyerangan di FBS UNM, Minggu (4/6). Foto: Nurul Dwi Anugrah/Estetikapers.

Salah seorang mahasiswa berinisial N menjelaskan bahwa kronologi kejadian dimulai pada pukul 00.20.

Saat itu tengah berlangsung kegiatan evaluasi pementasan Antamaballa’k Taaruf Alam (TA) 22 Ulukana Bengkel Sastra (Bestra).

Ia mengaku mendengar suara lemparan batu yang membuat seluruh mahasiswa mengamankan diri. Mahasiswa kemudian memilih tinggal untuk mempertahankan keamanan dan segala barang yang ada di dalam sekretariat.

“Awalnya terdengar suara lemparan batu. Kejadian semakin tidak kondusif sehingga membuat seluruh isi sekret terbakar,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pada pukul 03.43, situasi semakin tidak kondusif sehingga mahasiswa memutuskan untuk menghubungi pihak kepolisian. Namun, pihak kepolisian tidak dapat masuk ke area kampus.

“Jam 03.43 itu situasi semakin tidak kondusif, tetapi polisi tidak bisa masuk kampus,” jelasnya.

Ia menyebut bahwa penyerangan itu menyebabkan kerugian karena sekretariat Bestra, piala, dan plakat hangus terbakar bahkan anggota TA 22 Ulukana belum sempat melakukan prosesi masuk rumah sebagaimana mestinya.

“Kejadian itu memberikan luka yang mendalam bagi kami. Semuanya hangus terbakar. Adik kami (anggota TA 22) belum sempat melakukan prosesi masuk rumah,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Suku Bestra, Zulhijjah, mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dari penyerangan ini, namun kerusakan yang dialami, yakni seluruh isi sekretariat hangus terbakar seperti alat musik, sound system, karpet, kostum, dan masih banyak lagi.

“Seluruh isi sekret hangus terbakar,” katanya.

Reporter: Nurul Dwi Anugrah dan Nadya Zela Firahmah (Magang)