Makassar, Estetika – Universitas Negeri Makassar (UNM) menargetkan akan menerima sekitar 11.000 mahasiswa baru (maba) tahun 2023.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik (WD I) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) saat diwawancarai Minggu (7/5) lalu.
Dibanding dengan target tahun ini, UNM menerima sebanyak 11.801 maba pada tahun lalu.
Menanggapi hal tersebut, Salah seorang mahasiswa Program Studi (Prodi) Sastra Inggris, Nurul, justru mengeluhkan masalah fasilitas yang tak kunjung rampung.
Ia mengatakan bahwa sebelum menargetkan kuota maba, sebaiknya pihak kampus mempertimbangkan fasilitas untuk menampung mahasiswa terlebih dahulu.
“Pertimbangkan fasilitas sebelum membuka kuota, karena fasilitas yang ada itu tidak memadai,” katanya.
Sementara itu, WD I FBS UNM, Sahril, menjelaskan bahwa rektor memiliki kebijakan khusus terkait fasilitas, yakni membiasakan mahasiswa memanfaatkan Information and Communication Technology (ICT) sebaik mungkin.
“Kita juga harus membiasakan para mahasiswa dalam pemanfaatan ICT, rektor mengatakan seperti itu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa berdasarkan peraturan akademik yang berlaku, perkuliahan bisa dilaksanakan secara daring setidaknya 40%.
Sahril menambahkan bahwa hal ini berhubungan dengan program merdeka belajar yang memberikan kesempataan bagi mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan meski tidak berada di kampus.
“Hal ini ditunjang dalam peraturan akademik dan juga berhubungan dengan merdeka belajar, jadi mahasiswa yang berasal dari universitas di luar Sulawesi Selatan dapat mengikuti perkuliahan di UNM,” tegasnya.
Reporter: Kayla Zahra Prawoto Pribadi (Magang)