Makassar, Estetika – Sekitar enam puluh mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) ikut bergabung dalam Aksi Demonstransi di depan Gedung Phinisi UNM, Jumat (18/10).

Aksi ini mengangkat Grand issue “Tunda Pelantikan, Selesaikan Permasalahan” yang dirangkaikan dengan orasi masing-masing Fakultas yang menyerukan 4 tuntutan, yaitu (1) Terbitkan Perpu KPK (2) Kekerasan HAM (3) Selesaikan masalah asap di Sumatra dan Kalimantan (4) Tolak RUU yang tidak pro terhadap rakyat.

Perwakilan FBS UNM, Kurama, menyampaikan dalam orasinya agar teman-teman yang turun aksi untuk tidak gentar karna aksi ini murni untuk kepentingan rakyat dan tidak ditunggangi oleh siapapun.

Suasana saat Kurama, selaku Perwakilan Fakultas Bahasa dan Sastra menyampaikan Orasinya di depan Gedung Phinisi, Jumat (18/10). Foto: Alfira Damayanti/Estetikapers.

“Saya tekankan untuk teman-teman jangan pernah gentar, kita juga tekankan jangan pernah takut terhadap intervensi dari pihak manapun, karena aksi kita murni aksi untuk kepentingan rakyat, bukan aksi yang ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu. Terakhir, bahwa pihak kepolisian, jangan ada intimidasi, jangan ada tindakan represif atau intervensi kepada gerakan kami, karena gerakan kami dengan nyata memang menyampaikan keinginan rakyat,” ungkapnya.

Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Rachmat Hidayat, menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan lanjutan dari aksi yang menolak RUU yang tidak pro terhadap rakyat.

“Jadi aksi ini merupakan lanjutan dari aksi kemarin, dimana segala RUU yg tidak pro terhadap rakyat dan selesaikan permasalahan yang hadir pada periode Presiden sebelumnya karena kedepannya ketika kita tidak direspon dari Presiden maka kita lihat gambaran Indonesia kedepan akan seperti apa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia mengharapkan agar segala permasalahan yang timbul bisa cepat dituntaskan oleh pihak Presiden.

“Semoga sebelum pelantikan presiden, presiden harus menuntaskan masalah yang dihadirkan pada hari ini,” harapnya.

Reporter: Alfira Damayanti