Gunung Sari, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD) Dewan Mahasiswa (Dema) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Pembukaan Seminar Pemertahanan Bahasa Daerah di Ballroom Menara Phinisi UNM, Minggu (8/12).

Seminar yang dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III FBS UNM, Sukarde Weda, mengangkat tema “Eksistensi Budaya dan Bahasa Daerah Sebagai Pemerkukuh Jati Diri Bangsa” yang merupakan bagian dari rangkaian acara Pekan Karya Era Tradisional (Pakarena).
Ketua HMPS PBSD, Marlin K, dalam sambutannya menjelaskan bahwa latar belakang diadakannya seminar ini yaitu adanya kendala dalam pelaksanaan kebijakan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan di bidang inovasi pembelajaran Bahasa Daerah.
“Kebijakan No.79 tahun 2018, pelaksanaannya terdapat kendala di setiap kabupaten yaitu tidak terlaksananya peraturan itu. Kami dari HMPS PBSD mengadakan seminar ini agar guru-guru bahasa daerah mampu mengetahui kebijakan pemerintah yang mendukung bahasa daerah kedepannya,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua Prodi PBSD, Kembong Daeng, berharap agar semua hadirin seminar mampu meningkatkan kesadaran diri untuk melestarikan Bahasa Daerah.
“Semoga seminar ini dapat memberikan kesadaran pada kita semua untuk menjadikan bahasa baerah tetap jaya, bahwasanya Bahasa Daerah adalah warisan budaya bangsa yang dapat memberikan nilai-nilai pendidikan yang luarbiasa bagi kita semua,” tutupnya.
Reporter : A. Padauleng & A. Dian Islamiati