Makassar, Estetika – Radio Republik Indonesia (RRI) Makassar menyelenggarakan talkshow bertajuk “Muda Berkarya Berdaya” di Auditorium Universitas Ciputra Makassar, Senin (27/10).
Kegiatan ini menjadi wadah inspiratif bagi generasi muda Makassar untuk mengenali potensi besar mereka dalam membangun bangsa. Melalui kolaborasi antara media, akademisi, dan kreator muda, talkshow ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat berkarya serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah siswa dari Sekolah Menengah Atas (SMA) dan mahasiswa dari berbagai universitas di Makassar. Acara juga dimeriahkan oleh penampilan tari tradisional empat etnis, paduan suara, special performance, serta modern dance.

Ketua PMI Sulawesi Selatan (Sulsel), Adnan, menjelaskan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045 serta menegaskan bahwa keberhasilan masa depan bangsa bergantung pada kualitas sumber daya manusia.
Bonus demografi merupakan kondisi ketika jumlah penduduk usia produktif jauh lebih besar dibandingkan dengan penduduk usia nonproduktif.
“Bonus demografi hanya akan bernilai jika sumber daya manusianya berkualitas, tetapi dapat menjadi petaka jika generasi mudanya malas dan tidak mau berkembang,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia menyebut bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2020, jumlah penduduk Indonesia mencapai 270,20 juta jiwa dengan dominasi generasi muda di dalamnya.
Generasi Z dan Milenial menjadi kelompok terbesar dalam struktur penduduk, masing-masing berkontribusi sebesar 27,94 persen dan 25,87 persen dari total populasi nasional.
“Data tersebut menunjukkan masuknya masa bonus demografi, karena itu generasi muda harus berdaya agar dapat menyambut Indonesia yang lebih maju dan sejahtera di masa depan,” jelas Ketua PMI Sulsel itu.
Setelah pemaparan dari pemateri, salah seorang siswa SMA Bosowa Makassar, Aiman, turut mengajukan pertanyaan terkait solusi dalam menghadapi ketimpangan sosial yang sudah mulai tampak saat ini sebagai salah satu tantangan bonus demografi.
“Saat ini ketimpangan sosial sudah terjadi. Bagaimana dengan tahun 2045 nanti? Apakah ada solusi yang Bapak pikirkan untuk ke depannya?” tanyanya.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Adnan menjelaskan bahwa ketimpangan sosial merupakan hal yang pasti ada di setiap daerah. Dia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menciptakan perubahan agar ketimpangan tidak terus berlanjut.
“PR kita di masa mendatang adalah bagaimana bisa berdaya dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan sehingga pengangguran dan kemiskinan dapat berkurang,” ujarnya.
Di sisi lain, narasumber kedua yang merupakan konten kreator, Regina Ilyas, turut menyampaikan pandangannya mengenai peran generasi muda di era digital dengan menghasilkan konten-konten positif dan edukatif.
Menurutnya, dunia digital seharusnya menjadi ruang untuk menebarkan nilai-nilai kebaikan dan inspirasi, bukan menimbulkan perpecahan.
“Berkontenlah tanpa menjatuhkan orang lain. Pastikan konten yang dibuat bersifat edukatif dan bernilai positif,” tuturnya.
Suasana semakin meriah dengan adanya games “Ranking Satu” yang melibatkan seluruh siswa SMA/Sederajat yang hadir, ditambah dengan special performance musik dari Rizcky de Kaizer yang menutup kegiatan dengan penuh semangat.
Reporter: Nur Azkiah Hady Putri