Makassar, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) ACCESS Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menyoroti keadaan mahasiswa saat ini dalam Access Contemporary Discussion (Accession) di Ruang DG 104 FBS UNM, Jumat (20/10).
Accession merupakan ruang pantik mahasiswa untuk mengkritisi isu-isu yang terjadi saat ini, baik itu akademik maupun non-akademik.
Ruang berdiskusi ini, menghadirkan Nur Alam selaku Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2023-2024 sebagai pemateri dan membahas tiga poin penting mengenai mahasiswa sekarang, yakni suka checkpoint atau adu outfit, sifat individualis, dan berambisi.

Suasana saat berlangsungnya Accession di Ruang DG 104 FBS UNM, Jumat (20/10). Foto: Ayra Zalikha Munir/Estetikapers.
Pemateri, Nur Alam mengatakan bahwa kampus telah dijadikan sebagai tempat checkpoint dan ajang adu outfit oleh mahasiswa-mahasiswa dengan sifat individualis dan berambisi yang harus dikurangi.
“Kita keluar dari garis atau orientasi mahasiswa,” kata mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (BSI) itu.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa hal ini disebabkan oleh mahasiswa yang gagal mempertahankan budaya Indonesia dan cenderung terpengaruh budaya lain.
“Kita dihantamkan dengan budaya-budaya di luar negeri sekarang,” tambahnya.
Di sisi lain, salah seorang peserta, Yayang Halimah Tuzzaadiyah, menuturkan bahwa mahasiswa sekarang harusnya lebih berambisi agar mendapatkan nilai yang mumpuni karena pekerjaan sekarang sangat sulit untuk didapatkan.
“Untuk mau dikurangi ambis, itu saya rasa tidak setuju,” ucap mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris tersebut.
Reporter: Ayra Zalikha Munir