Makassar, Estetika – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Estetika Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Pembukaan Pekan Jurnalistik 2021 di Ruang Senat FBS UNM dan via Zoom, Senin (1/11).

Kegiatan yang mengusung tema “Jurnalisme Pembaharuan” ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (WD III) FBS UNM dan dihadiri oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan (LK), LPM se-kota Makassar, Dewan pembina serta Dewan senior.

Adapun kegiatan ini terdiri dari tiga item kegiatan, yaitu Workshop Podcast Jurnalistik yang dilaksanakan pada Senin (1/11), Pameran Fotografi Rabu (3/11) dan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) yang dilaksanakan pada Jumat (7/11) hingga Minggu (9/11) mendatang.

WD III FBS UNM, Azis, mengatakan bahwa jangan anti terhadap pers karena memang terkadang apa yang dikerjakan tidak ada keadilan.

“Pesan saya jangan pernah anti pers. Kita harus terima karena itu yang membuat nama kita besar. Menulis merupakan sebuah keberanian, menjadi seorang penulis itu harus berani dalam menuliskan berita yang mengandung sesuatu yang positif dan bisa juga mengandung perdebatan,” ujarnya.

Di sisi lain, Pejabat Sementara Pemimpin Umum (PU) LPM Estetika, Andi Raihan Aras, menjelaskan bahwa lembaga pers tidak hanya menulis atau menyiarkan berita yang baik saja, tetapi menulis berita yang seharusnya.

“LPM sangat berbeda dengan humas kampus karena kami tak hanya menulis tentang pujian dan berita baik, tapi juga menulis apa yang seharusnya ditulis guna kembali menghidupkan peranan pers di kalangan mahasiswa, yakni sebagai kontrol sosial,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa lembaga pers merupakan pergerakan mahasiswa atau perlawanan terhadap sesuatu yang menyimpang.

“Lembaga pers sering dijadikan salah satu bentuk penggerak mahasiswa atau perlawanan terhadap sesuatu yang menyimpang karena lembaga pers mahasiswalah yang sering menulis kritikan atau kegiatan seremonial lainnya tanpa bayaran apapun,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Nurismi, mengungkapkan makna dari tema yang diangkat karena adanya proses digitalisasi yang semakin berkembang sehingga beberapa media yang beralih ke jurnalistik online.

“Tema ini diangkat karena melihat proses digitalisasi yang makin berkembang serta beberapa media yang beralih ke jurnalistik online mulai dari digitalisasi, verifikasi data, hingga konten beritanya,” ungkapnya.

Reporter: Miftahul Jannah Syafar & Tenni Rianti