Makassar, Estetika – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Estetika Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengulas seputar Bullying dalam Self Improvement Class (SIC) di Ruang DH 103 FBS UNM, Sabtu (11/11).

Diskusi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa khususnya di lingkup FBS mengenai bentuk-bentuk bullying yang masih marak terjadi dan belum disadari oleh banyak orang.

Suasana berlangsungnya Self Improvement Class LPM Estetika di Ruang DH 103 FBS UNM, Sabtu (11/11). Foto: Ayra Zalikha Munir/Estetikapers.

Pemateri SIC, Najiba Alimuddin, menjelaskan bahwa sesuatu dikatakan bullying apabila seseorang yang memiliki kuasa berperilaku negatif secara berulang.

Bully itu terjadi ketika ada perilaku berulang dan termasuk hal negatif,” jelasnya.

Ia menyebut terdapat empat bentuk bullying, yakni physical bullying, verbal bullying, cyber bullying, dan social bullying.

“Ada empat bentuk bullying,” sebutnya.

Lebih lanjut, Najiba menuturkan bahwa secara psikologis, korban bullying akan merasa ketakutan terhadap pelaku, menyalahkan, hingga bunuh diri.

“Awalnya korban takut lalu merasa tidak worth it untuk berada di lingkungan itu,” tuturnya.

Najiba juga menekankan bahwa memperkuat personal space penting agar orang lain tidak merasa punya hak untuk melakukan perundungan.

“Orang terlihat lemah karena terlalu gampang untuk diganggu personal space-nya,” tekannya.

Salah seorang peserta diskusi, Veronika Rini Pala’langan, mengatakan bahwa dari kegiatan ini, dirinya menjadi tahu bentuk-bentuk dan batasan bagi diri sendiri maupun orang lain untuk menghindari bullying.

Menurutnya, salah satu cara yang dapat dilakukan, yakni membatasi diri saat berada di dekat orang yang membuat kita tidak nyaman.

“Contoh upaya perlindungan itu dengan cut-off orang yang buat tidak secure saat ada di dekatnya,” katanya.

Reporter: Ayra Zalikha Munir