Kabar Kampus

LITERASI PENA HMPS SASINDO, PEMATERI SEBUT FEMINISME BENAHI SISTEM YANG TIDAK ADIL

Makassar, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Indonesia (SASINDO) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Literasi Pena via Zoom, Kamis (17/12).

Kegiatan yang menangkat tema “Feminisme, Terjajah atau Hanya Merasa Terjajah?” ini menghadirkan Suarni Syam Saguni selaku Dosen Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Indonesia (BSI) sebagai pemateri.

BACA JUGA: UNDANG ONCE LULIBOLI, HMPS SASINDO ADAKAN LITERASI PENA SWAB DIKSI UNTUK POSITIF PUISI

Pemateri Literasi Pena, Suarni, mengungkapkan bahwa feminisme tidak hanya untuk perempuan, namun juga untuk laki-laki.

“Feminisme bukan hanya untuk perempuan, tetapi juga untuk laki-laki. Feminisme merupakan sebuah gerakan untuk membenahi sebuah sistem dalam kehidupan manusia yang tampaknya ada ketidakadilan. Laki-laki dan perempuan itu harus bersinergi,” terangnya.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa perasaan terjajah kaum perempuan bukan hanya bentuk subjektivitas, tetapi dibuktikan dengan data.

“Kalau merasa terjajah, ini bukan hanya persoalan perasaan subjektivitas, tetapi data menunjukkan adanya keterjajahan itu. Dilihat dari data Komnas Perempuan, anda akan mendapatkan data kekerasan terhadap perempuan semakin banyak terutama di masa pandemi ini,” ujarnya.

Reporter: Balqis Zahrani Fitri

Related posts

KUPAS SEGALA BENTUK DUKA PADA DISKUSI BUKU KARYA ARIFIN MUHAMMAD

Editor - Reski Fajria Rasding
October 19, 2024

LITERASI PENA HMPS SASINDO KRITISI STIGMA PEREMPUAN TAK HARUS BERPENDIDIKAN TINGGI

Editor - Annisyaputri Satriadi
August 31, 2023

SAMBUT MILAD KE-17, DEMA JBSI FBS UNM ADAKAN WEBINAR NASIONAL BAHAS PENDIDIKAN, SASTRA, DAN BUDAYA

Editor Estetika
January 19, 2021
Exit mobile version