Parangtambung, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD) Dewan Mahasiswa (Dema) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan Kajian Rutin Intelektual dan Religlusitas (Kritis) di Pelataran Gedung DH FBS UNM, Senin (19/11).

Suasana kajian Falsafah Hidup Orang Bugis Makassar: Siri’ Na Pacce di pelataran Gedung DH FBS UNM (15/11)
Fotografer: Rerifa Abdu Rahman/estetikapers.

Kajian yang mengusung tema “Falsafah Hidup Orang Bugis Makassar: Siri Na Pacce ” ini merupakan Program Kerja (Proker) dari divisi Penalaran yang bertujuan untuk memperkenalkan arti dari Siri Na Pacce kepada mahasiswa khususnya Masyarakat Program Studi(Prodi) PBSD.

Al Qadri, Pemateri dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa Siri sebagai harga diri dan Pacce ibarat rasa persaudaraan.

Siri itu dapat diartikan sebagai harga diri atau malu dan terbagi atas tiga jenis yakni Ripakasiri, Mappakasiri, dan Matesiri sedangkan Pacce yang berarti persaudaraan atau tidak tega,” ujar lelaki ini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa seseorang harus mengedepankan Siri daripada Pacce dalam kehidupannya.

Siri harus lebih diutamakan daripada Pacce, karena Siri ibarat nyawa pada tubuh seseorang dan Pacce itu tubuhnya. Jika nyawa pada tubuh itu hilang, maka tidak mempunyai arti lagi,” jelasnya.

Di sisi lain, A. Fatwah Anugrah, Ketua Umum HMPS PBSD, menuturkan bahwa ada alasan seseorang kehilangan rasa Siri pada dirinya.

Siri itu akan hilang ketika seseorang telah menjanjikan sesuatu kepada orang lain dan ia tidak dapat memenuhi janjinya, otomatis siri dari orang tersebut telah hilang,” tuturnya.

Reporter: Aenul Fitrah dan Rerifa Abdu Rahman