Makassar, Estetika – Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (BSI) angkatan 2023, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI), Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar pementasan drama Swara di Gedung Societeit De Harmonie, Sabtu (17/5).
Pementasan yang merupakan bagian dari tugas Mata Kuliah Pentas dan Sinema ini menampilkan pertunjukan teatrikal puisi, drama teater, cover lagu, serta tari kreasi.

Suasana saat berlangsungnya pementasan drama Swara di Gedung Societeit De Harmonie, Sabtu (17/5). Foto: Athifah Putri Ramadhani/Estetikapers.
Sutradara Swara, Rostan Yuniardi, menjelaskan bahwa pertunjukan ini ditujukan untuk menyalurkan ekspresi seni sekaligus menyampaikan kritik terhadap kondisi sosial di masyarakat.
“Pementasan ini diselenggarakan untuk dan menyadarkan masyarakat tentang kondisi pemerintahan di Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa tantangan terbesar dalam pementasan ini adalah mengatur para pemain dari tiga kelas yang masing-masing memiliki karakter berbeda.
“Koordinasi cukup sulit karena masing-masing kelas punya karakter yang unik, apalagi mereka sedang berada di fase aktif,” tuturnya.
Sementara itu, salah seorang penampil, Anggun Dian Anggraeni Hatalea, mengatakan bahwa bagian tersulit baginya dari pementasan tersebut adalah menampilkan tawa yang terdengar alami.
“Bagian tertawa itu paling menantang karena puisinya mengandung satir yang cukup sensitif,” tutupnya.
Reporter: Athifah Putri Ramadhani & Husnaeni (Magang)