Makassar, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia (Sasindo) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksakanakan diskusi daring via Live Instagram (IG), Kamis (25/6).

Kegiatan ini mengangkat isu “Implementasi Penurunan UKT Di Tengah Pandemi” yang di mana sedang hangat diperbincangkan oleh kalangan mahasiswa dan menghadirkan Salman Azis sebagai pemateri.

Pemateri diskusi, Salman Azis, menjelaskan bahwa pihak kampus seharusnya turut menyuarakan kritikan terhadap pemerintah dalam mengatasi Corona Virus Disease 19 (Covid-19) di Indonesia.

“Pemerintah memang tidak memiliki keseriusan untuk menangani Covid-19. Mall dibuka, pemerintah dikuasai oleh pengusaha dan pengusaha punya kepentingan ekonomi. Secara kelembagaan, belum ada kampus yang mengkritisi pemerintah dalam mengatasi pandemi ini, padahal itu salah satu yang paling pokok,” jelasnya.

Di sisi lain, ia mengungkapkan gerakan tuntutan penurunan uang kuliah tunggal (UKT) oleh mahasiswa merupakan aksi edukasi dan kritis, namun pemerintah tetap bungkam.

“Gerakan kemarin yang dilakukan termasuk edukasi, diskusi, dan protes lewat daring. Sejauh mana pengaruh gerakan tersebut terhadap beberapa kebijakan pemerintah? Faktanya tetap berjalan dan malah sibuk membahas Undang-Undang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga menyarakan agar mahasiswa FBS UNM tetap melanjutkan perjuangan menurunkan UKT dengan berbagai metode.

“Tuntutan teman-teman tidak terpenuhi. Silahkan sama-sama turun ke jalan. Ini menyangkut hidup orang banyak. Saran saya untuk teman-teman di FBS UNM cepat konsolidasikan dan bagaimana metode yang dilakukan jika metode sebelumnya tidak berhasil, beralih ke metode selanjutnya,” ujarnya.

Reporter: Tim Estetika