Makassar, Estetika– Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Indonesia (SASINDO) Dewan Mahasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Diskusi dan Bazar menuju Musyawarah Kerja (Musker) XVIII di Lontara Cafe jalan Mallengkeri, Selasa (7/9).

Kegiatan yang mengusung tema “Sastra di Jalan Kesunyian” ini menghadirkan Faisal selaku dosen FBS UNM sebagai pembicara dan Usman Maulana selaku pencipta puisi: Kecerdasan Dijauhi Kebodohan Dipelihara sebagai pembicara.

Suasana saat berlangsungnya diskusi dan bazar HMPS Sasindo menuju Musker XVIII di Lontara Cafe Jalan Mallengkeri, Selasa (7/9). Foto: Julianti/Estetikapers.

Pemantik, Faisal, mengungkapkan bahwa sebuah karya sastra akan semakin dikenali jika terdapat kisah yang menyedihkan didalamnya.

“Karya sastra itu adalah potret sosial yang paling dekat dengan manusia, karya sastra akan semakin dikenal apabila ada kisah tragis dibaliknya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan melainkan juga terdapat perubahan sosial didalamnya.

“Fungsi karya sastra selain menjadi media hiburan juga dapat merombak sosial apabila telah masuk kedalam kritiknya akan mendapat dampak tertentu,” tambahnya.

Di sisi lain, pembicara, Usman Maulana, mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk ia berhenti menulis sebelum keadilan diungkapkan.

“Saya akan berhenti menulis apabila keadilan telah diungkapkan serta nafas saya telah berhenti berhembus. Karena tidak ada alasan untuk berhenti menulis,” ungkapnya menjawab pertanyaan salah satu peserta diskusi,” ujarnya.

Reporter: Julianti & Elsi Sallolo Sirompo