Makassar, Estetika — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Musyawarah Fakultas (Mufak) X di Rumah Adat Wajo, Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa, Senin hingga Rabu (12–14/1).
Melalui forum tersebut, Mufak X menetapkan Futri Nurhasanah sebagai Formatur Presiden BEM FBS UNM periode 2025–2026 melalui mekanisme aklamasi.
Formatur Presiden BEM FBS UNM terpilih, Futri Nurhasanah, menyampaikan komitmennya untuk mengedepankan kepemimpinan yang demokratis serta menjadikan aspirasi mahasiswa sebagai landasan utama dalam menjalankan gerakan BEM.
“Mendengarkan aspirasi mahasiswa menjadi hal penting karena itulah yang akan menjadi acuan gerakan BEM,” tuturnya.
Dia juga menegaskan bahwa fokus isu dan strategi gerakan ke depan akan diarahkan pada penguatan bidang akademik serta pemberdayaan perempuan di lingkungan FBS UNM.
“Saya ingin mendorong pemberdayaan perempuan di FBS, termasuk meredam kasus kekerasan seksual terhadap perempuan,” katanya.
Lebih lanjut, Futri menekankan pentingnya membangun interaksi langsung antara BEM dan mahasiswa agar strategi yang dirancang dapat berjalan secara optimal.
“Kami harus mampu berbaur dengan mahasiswa agar mereka tidak segan menyampaikan keresahan,” ujarnya.
Sementara itu, Demisioner Presiden BEM FBS UNM periode 2024–2025, Azmil Muhammad Rizky, menyampaikan bahwa persoalan konsolidasi massa masih menjadi tantangan selama masa kepemimpinannya.
Menurutnya, upaya penanganan persoalan tersebut dilakukan melalui kerja sama dan koordinasi dengan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa).
“Koordinasi dengan Maperwa dilakukan untuk memastikan keterwakilan dari setiap lembaga kemahasiswaan,” jelasnya.
Reporter: Athifah Putri Ramadhani