Makassar, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Indonesia (SASINDO) Dewan Mahasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Diskusi Kontemporer (Diskon) secara blended yakni luring di Daun Coffe dan daring melalui Google Meet, Jumat (24/2).
Mengangkat tema “Kampus yang Aman”, kegiatan ini bertujuan untuk membuka pemikiran mahasiswa tentang kampus yang nyaman dengan menghadirkan Fatmiati Nur selaku demisioner Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FBS UNM periode 2017-2018 sebagai pemateri dan dihadiri oleh 39 peserta.
Pemateri, Fatmiati Nur, menjelaskan bahwa kampus adalah rumah yang seharusnya menjadi tempat ternyaman bagi mahasiswa, bebas dari kekerasan, penindasan, dan perbudakan.
Lembaga kampus merupakan salah satu hal yang sangat membantu mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman yang berharga dan bisa menjadi tempat berproses dalam mengembangkan diri sendiri.
“Kampus yang nyaman itu di mana orang hidup berdampingan, kenyamanan itu dapat kita peroleh pada diri kita sendiri yang membuat nyaman dengan berproses dalam kampus seperti ikut berlembaga,” jelasnya.
Di sisi lain, Presiden BEM FBS UNM, Syahril, mengaku sependapat dengan pemateri, bahwa seorang mahasiswa bisa merasakan kenyamanan kampus tergantung dari dirinya sendiri karena kebanyakan orang tidak ingin meninggalkan zona nyamannya.
“Menurut saya, yang harus menjawab kenyamanan kampus itu tergantung bagaimana kita bisa beradaptasi dengan berbagai kecenderungan yang ada di kampus,” ucapnya.
Di sisi lain, salah satu peserta Diskon, Hayana Ahmadi, berpendapat bahwa kampus adalah tempat yang seharusnya bebas dari perundungan dan kekerasan seksual dan bisa menjadi tempat untuk mengembangkan potensi para generasi unggul bangsa Indonesia.
“Kampus menjadi tempat untuk tumbuh kembangnya potensi bangsa, melahirkan sumber daya manusia unggul yang dapat membawa Indonesia jaya. Untuk itu, kampus harus menjadi tempat yang sehat,” ungkapnya.
Reporter: Nurfatmawati Sam dan Amanah Malik
Editor: Rada Dhe Anggel
