Rilis, EstetikaHimpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (HMPWK) Fakultas Teknik (FT) Universitas Bosowa (Unibos) melaksanakan Desa Binaan di Desa Tabo-Tabo, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sabtu hingga Minggu (4-5/2).

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari acara Planoface 6.0 yang mengusung tema “Pengelolaan Sampah 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle).

Adapun item kegiatannya adalah seminar mengenai pengelolaan sampah serta kerja bakti oleh mahasiswa dan masyarakat sekitar.

Suasana saat berlangsungnya kerja bakti oleh mahasiswa dan masyarakat di Desa Tabo-Tabo, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. Foto: Dokumentasi pribadi.

Ketua Umum HMPWK FT Unibos, Michael Pabuntang, menuturkan bahwa pemilihan Desa Tabo-Tabo ini didasari oleh potensi pariwisata dan pertanian desa yang unggul, namun terhalangi dengan pengelolaan sampah yang tidak tepat.

“Desa Tabo-Tabo mempunyai pertanian dan pariwisata sebagai sektor unggulannya, tapi masih memiliki permasalahan pada pengelolaan sampahnya,” tuturnya

Di sisi lain, salah seorang Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Unibos, Ilham Yahya, mengatakan bahwa Desa Binaan ke depannya akan menjadi contoh bagi desa lainnya dalam hal pengelolaan sampah dengan masyarakatnya sebagai perumus konsep perencanaan.

“Kegiatan ini bisa menjadikan Desa Tabo-Tabo sebagai percontohan untuk pengelolaan sampah yang nantinya dapat merusmuskan konsep perencanaan desanya sendiri dengan melibatkan seluruh masyarakatnya,” ujarnya.

Di samping itu, Ketua Panitia Planoface 6.0, Rana Wafiqah, berharap adanya kegiatan ini mampu memotivasi masyarakat dalam mengelola lingkungannya dengan lebih baik melalui pengenalan potensi dan kendala yang dimiliki desanya.

“Semoga masyarakat lebih bisa mengenal desanya sendiri, baik itu potensi maupun kendalanya, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk mengelolanya,” harapnya.

Rilis: HMPWK FT Unibos