Makasar,  Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Indonesia (Sasindo) Dewan Mahasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Kelas Advokasi via zoom, Kamis (2/9).

Kegiatan yang mengusung tema “Demokrasi Kampus” ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang sistem demokrasi yang baik, khususnya di dunia kampus dengan menghadirkan Salman Asiz selaku pemantik.

Suasana saat berlangsungnya Kelas Advokasi via Zoom, Kamis (2/9). Foto: Tangkapan layar/Estetikapers.

Pemantik, Salman Asiz, menjelaskan bahwa kampus seharusnya menganut nilai-nilai demokrasi sebagaimana Indonesia yang merupakan negara demokrasi.

“Kampus seharusnya menganut nilai-nilai demokrasi karena Indonesia menganut sistem tersebut, dimana pemerintah harus memperhatikan keinginan atau hak-hak setiap warga negaranya. Begitu juga dengan kampus, birokrasi harus memperhatikan keinginan dan hak-hak mahasiswanya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa setiap kebijakan-kebijakan yang ingin dikeluarkan oleh pihak kampus harus melibatkan mahasiswa.

“Idealnya, setiap kebijakan- kebijakan yang ingin dikeluarkan oleh pihak kampus dalam hal ini birokrasi, tentunya harus melibatkan mahasiswa karena kebijakan tersebut akan dijalankan oleh birokrasi dan mahasiswa,” lanjutnya.

Di samping itu, ia menjawab pertanyaan dari peserta kelas advokasi bahwa dalam menyampaikan aspirasi harus menghindari beberapa hal, salah satunya merendahkan martabat seseorang.

“Dalam menyampaikan aspirasi, ada beberap hal yang harus dihindari seperti proteksi, merendahkan martabat seseorang, menghina seseorang atau menghujat, dan menghasut. Namun pada kenyataannya, apabila birokrasi dikritisi maka kita selalu dihantam kasus pencemaran nama baik,” jawabnya.

Reporter: Milka Adriani & Marjani