Makassar, Estetika Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Panggung Ekspresi di Depan Ruang DG 106 FBS UNM, Selasa (30/9). 

Panggung ekspresi mengangkat tema “September Hitam” dalam rangka memperingati Gerakan 30 September yang turut dihadiri dan dimeriahkan oleh penampilan musik dan puisi dari Lembaga Kemahasiswaan (LK) FBS, serta Mahasiswa Campus Syndicate 1915.

BACA JUGA: PENAMPILAN LAGU DAN PUISI DARI MAHASISWA CAMPUS SYNDICATE 1915 SUARAKAN ISU KERESAHAN SOSIAL

Suasana saat berlangsungnya Panggung Ekspresi “September Hitam” di Depan Gedung DG 106 FBS UNM, Selasa (30/9). Foto: Rizqa Febrialbar/Estetikapers.

Presiden BEM FBS, Azmil Muhammad Rizky, menjelaskan bahwa tema September Hitam dipilih sebagai bentuk refleksi atas peristiwa tragis di FBS sekaligus sarana untuk menghidupkan diskusi bagi mahasiswa.

“Kegiatan ini mengenang peristiwa tragis di FBS sekaligus membuka ruang diskusi agar mahasiswa lebih aktif berpartisipasi,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia (BSI), Jumriani, mengatakan bahwa puisi September Hitam yang dibawakannya menyoroti lemahnya literasi dan persoalan di kampus serta menjadi pengingat untuk meningkatkan pemikiran kritis mahasiswa.

“Puisi September Hitam menyoroti rendahnya literasi dan persoalan kampus, diharapkan dapat mendorong mahasiswa berpikir lebih kritis,” kata Demisioner Sekretaris Umum HMPS SASINDO itu

Reporter: Cika Merlinshan