Makassar, Estetika Teater Adat Diatas Derita menjadi penampilan dari Adat Teater dalam Pentas Pengukuhan Ta’aruf Alam (TA XVIII) Biro Kegiatan Mahasiswa Jurusan (BKMJ) Bengkel Sastra (Bestra) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) di Gedung IKA Sao Panrita, Parangtambung, Makassar, Minggu malam (12/8).

“Adat di Atas Derita” merupakan salah satu naskah garapan Evadelila, salah seorang anggota Bestra, yang bercerita tentang kisah cinta sepasang kekasih yang terpisah karena adat. Teater ini dilakonkan oleh delapan orang aktor TA XVIII dari Adat Teater.

Pemeran utama dalam teater “Adat Diatas Derita”, Ardiansyah, mengungkapkan bahwa dipilihnya teater tersebut karena mengandung banyak unsur tradisi yang sesuai dengan tema kegiatan yaitu “Manusia Tradisi”.

“Teater ini banyak tradisinya cocokki sama temanya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, mahasiswa yang akrab disapa Ardi ini pun mengaku sangat puas atas perjuangannya selama dua bulan ini yang sukses menghibur penonton yang hadir.

“Puas sekalika kurasa tidak sia-sia ji perjuanganku dua bulan ini,” jelasnya.

Di sisi lain, salah seorang penonton yang hadir, Siska Nur Awalia, mengungkapkan bahwa teater Adat Diatas Cerita yang diperankan Adat Teater Bestra berhasil membuatnya terbawa suasana.

“Baper ka, lightingnya keren. Pokoknya keren, keren sekali terbawa suasana ki pokoknya keren ki dirasa semua deh,” ujarnya.

Reporter: Syahra Riada (AM)