Makassar, Estetika – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan diskusi online melalui live on Instagram @bemfbsunm, Kamis (7/5).
Kegiatan yang mengusung tema “Gimik Di Tengah Pandemik” ini menghadirkan Rahmat Hidayat selaku Menteri Riset dan Kajian Strategis BEM FBS UNM dan Muh. Ridho S selaku demisioner Ketua Umum eLTIM FBS UNM periode 2018-2019 sebagai pemateri diskusi online. Gimik tersebut merupakan tipu daya yang menjelaskan bahwa pernyataan rektor terkait 34 ribu mahasiswa UNM telah mendapatkan kuota internet dengan anggaran 1,5 Milyar per bulan adalah hoaks.
Pemateri, Rahmat Hidayat, mengatakan bahwa pernyataan Rektor UNM terkait mahasiswa menerima kuota internet adalah sebuah gimik.
“Teman-teman di BEM FBS UNM telah membuat survei mengenai adanya kuota gratis yang telah diterima oleh mahasiswa UNM, ternyata itu hanya gimik dari rektor karena mahasiswa sendiri yang merasakan bahwa kuota tersebut belum ada sama sekali sampai sekarang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Muh.Ridho. S selaku pemateri menjawab pertanyaan dari peserta diskusi yaitu apa yang dilakukan Lembaga Kemahasiswaan (LK) yang ada di UNM terhadap masalah gimik tersebut.
“LK menuntut melalui online melalui pamflet dan seperti BEM FBS UNM telah membuat video mengenai perkataan rektor bahwa itu hanya gimik dan di dalamnya ada beberapa mahasiswa yang mengatakan bahwa mereka belum mendapatkan kuota sama sekali,” jawabnya.
Reporter: Hudzaifa Afifah Hamka & Nurul Jihad Hamka
