Gunung Sari, Estetika – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Kajian Ilmiah Mahasiswa Bertakwa (LKIMB) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Festival Manekawarna dan EMPATI di Pelataran Menara Pinisi UNM, Senin hingga Rabu (14-16/11).

Kegiatan Festival Manekawarna dan EMPATI ini membahas topik tentang kasus pelecehan seksual dan menyediakan beberapa item lomba, yakni pidato, menulis esai, serta desain poster.

Suasana saat berlangsungnya Fesitival Manekawarna dan EMPATI di Pelataran Menara Phinisi, Senin (14/11). Foto: Dokumentasi Pribadi.

Ketua Umum UKM LKIMB, Farhanul Mufli, menuturkan bahwa terbukanya pandangan masyarakat tentang betapa mudahnya terjadi pelecehan seksual merupakan salah satu manfaat dari kegiatan ini.

“Kita harus membuka pikiran masyarakat mengenai seberapa leluasanya pelaku dalam menjalani aksi pelecehan dan betapa rentannya perempuan menjadi korbannya,” Tutupnya.

Di sisi lain, Ketua Panitia, Andi Muh. Ashar, menjelaskan bahwa tujuan diselenggarakannya Festival Menekawarna ini sebagai salah satu ajang untuk memperingati hari toleransi internasional yang akan jatuh pada 16 November nanti.

“Tujuan dilaksanakan kegiatan ini sebagai wadah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya toleransi,” jelasnya.

Reporter: Nurul Miftahurrahmah Ria & Deva Putri David