Makassar, Estetika – Sebanyak tujuh tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Universitas Negeri Makassar (UNM) lolos ke Panggung Nasional Abdidaya di Universitas Udayana Provinsi Bali, Jumat (4/10).
Adapun tujuh tim yang lolos di antaranya Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Dewan Mahasiswa(Dema) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) ‘Arsy, HMPS Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial-Hukum (FIS-H), Badan Konseling Mahasiswa Fakultas (BKMF) Sinapsis Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UNM – Pinisi Choir, hal tersebut juga membawa nama UNM menempati urutan ketiga terbanyak yang meloloskan tim PPK Ormawa ke Panggung Nasional Abdidaya.
Person in Charge (PIC) PPK Ormawa, Ansharullah, mengatakan bahwa pihak UNM akan menyiapkan pendampingan penuh kepada tim dengan menyiapkan sarana dan prasana yang dibutuhkan.
Ia menyebutkan bahwa salah satunya dengan memperbaiki kembali pengelolaan PPK Ormawa dengan menciptakan platform atau sistem khusus untuk pengelolaan yang lebih baik dan manajemen pelaksana lebih teratur lagi.
“Kita tentunya akan menyiapkan pendampingan dengan menyiapkan sarana dan prasana yang di butuhkan oleh tim,” katanya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa UNM menargetkan perolehan medali emas di beberapa kategori yang membuka peluang bagi UNM sebagai perguruan tinggi terbaik dalam nominasi tertentu.
“Di beberapa kategori lombanya ada peluang bagi UNM untuk dapat medali emas, jadi kami mengincar itu,” tuturnya.
Di sisi lain, salah seorang Anggota Tim PPK Ormawa HIMA ‘Arsy PBA, Azzahra Nurmawaddah, mengatakan bahwa timnya telah melaksanakan program unggulan, yaitu enam pojok literasi, sehingga mengantarkan timnya lolos ke tahap nasional.
Azzahra menjelaskan bahwa program tersebut berupa pembuatan sambal khas Tanete yang bertujuan untuk membantu masyarakatnya dalam mengolah hasil pertanian menjadi sebuah produk real berupa sambal khas Desa Tanete.
“Tanda bukti berhasilnya program ini yaitu menghasilkan produk sambal khas Desa Tanete tersebut,” katanya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa tim Hima ‘Arsy PBA akan menargetkan untuk mendapatkan medali emas sebagai bentuk pembuktian dan ucapan terima kasih kepada Masyarakat Desa Tanete.
“Besar harapannya kami untuk bisa mendapatkan medali emas dan memperlihatkan kepada Desa Tanete,” tambahnya.
Reporter: Adhe Utami Lestari